Cara Membuat Eksperimen Hujan Buatan Mini di Rumah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat eksperimen hujan buatan mini di rumah bisa menjadi kegiatan menyenangkan untuk memahami fenomena alam. Aktivitas ini cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa yang ingin belajar sains secara langsung. Melalui percobaan sederhana ini, nantinya dapat memahami proses terjadinya hujan, mulai dari penguapan, kondensasi, hingga turunnya tetesan air.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Siapkan Alat dan Bahan
Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan antara lain:
Gelas atau wadah kaca transparan.
Air hangat (tidak mendidih).
Piring atau baki logam.
Es batu atau kantong es beku.
Korek api.
2. Langkah-Langkah Eksperimen
Mengutip laman NASA Jet Propulsion Laboratory, langkah-langkah melakukan eksperimen hujan buatan mini adalah sebagai berikut.
Tuang air hangat ke dalam gelas atau wadah bening setinggi kurang lebih 5 cm. Air hangat ini akan mulai menguap.
Jika ingin mempercepat terbentuknya awan, nyalakan korek api, tiup, lalu masukkan sebentar ke dalam wadah agar asapnya menempel. Partikel asap akan membantu proses kondensasi.
Tutup wadah dengan piring atau baki logam.
Letakkan beberapa es batu di atas piring. Es akan mendinginkan uap air yang naik dari dalam wadah.
Amati prosesnya. Setelah beberapa menit, titik-titik air akan muncul di bawah permukaan piring meniru proses terbentuknya awan di alam.
Jika kondensasi sudah cukup, tetesan air akan jatuh kembali ke wadah. Inilah tahap hujan mini yang bisa diamati secara langsung.
Jika sulit melihat awan, coba angkat sedikit sisi piring atau baki logam, lalu perhatikan gumpalan kabut yang keluar.
3. Penjelasan Ilmiah di Balik Hujan Buatan Mini
Eksperimen ini meniru siklus air yang terjadi secara alami di lingkungan. Air hangat menguap seperti air sungai atau laut yang terkena sinar matahari. Uap air naik dan bertemu permukaan dingin (es batu), kemudian membentuk kondensasi layaknya awan. Setelah cukup berat, titik-titik air jatuh kembali sebagai presipitasi atau hujan buatan. Dengan demikian, percobaan sederhana ini membantu memahami bagaimana penguapan, kondensasi, dan presipitasi bekerja dalam siklus air.
4. Eksperimen Tambahan
Dalam laman Science Fun For Everyone, ada beberapa eksperimen tambahan yang bisa diakukan, yakni:
Lakukan dua eksperimen terpisah secara bersamaan, dengan perbedaan suhu air. Bandingkan hasilnya.
Gunakan satu piring panas dan satu piring dingin. Amati bagaimana perbedaan suhu memengaruhi kondensasi.
Coba gunakan piring kertas dibandingkan piring logam atau keramik. Apakah hasilnya berbeda?
Bayangkan eksperimen dalam skala yang lebih besar, kondisi nyata di bumi.
Hasil dari eksperimen tambahan ini menyimpulkan bahwa suhu dan jenis permukaan sangat berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya proses kondensasi, serta banyak atau sedikitnya hujan buatan yang terbentuk.
Baca Juga: Tips Mengajarkan Sains dan Teknologi pada Anak Pra-Sekolah
(SA)
