Cara Membuat Jadwal Belajar yang Efektif untuk Siswa Selama Ramadhan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama berpuasa, banyak siswa kesulitan mengatur waktu belajar karena jadwal harian penuh dengan berbagai kegiatan, seperti tarawih, buka bersama, tadarus Al‑Qur’an, dan aktivitas lainnya. Agar produktivitas akademik terjaga, berikut tips menyusun jadwal belajar selama Ramadhan, dikutip dari laman Directly Education dan Quarter Academy.
1. Kenali Waktu Fokus Paling Optimal
Sebelum mengatur jadwal belajar, siswa perlu tahu kapan konsentrasi dan energi mereka mencapai titik paling optimal. Ada beberapa waktu yang umumnya efektif untuk belajar saat berpuasa, di antaranya:
Setelah sahur: Energi tubuh lebih optimal karena baru menerima nutrisi.
Setelah tarawih atau malam hari: Tubuh dan pikiran cenderung lebih tenang setelah ibadah dan istirahat sejenak.
Beberapa jam sebelum buka puasa: Bisa digunakan untuk kegiatan ringan seperti review atau membaca ulang materi.
2. Buat Jadwal Belajar yang Fleksibel
Langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal yang fleksibel dan disesuaikan dengan ibadah serta aktivitas harian. Berikut contoh pembagian jadwal belajar:
Sebelum berbuka (siang hari): Fokus pada pembelajaran ringan seperti membaca materi atau membuat ringkasan.
Sesudah buka puasa dan tarawih: Pelajari materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti soal matematika, sains, atau bahasa asing.
Pagi selepas sahur: Gunakan waktu ini untuk belajar dengan fokus tinggi karena sudah mendapatkan nutrisi dari sahur.
Tips tambahan: Gunakan alat bantu seperti Google Calendar atau aplikasi perencanaan belajar untuk menyusun tugas harian dan pengingat waktu belajar.
3. Kurangi Gangguan saat Belajar
Gangguan kecil, seperti notifikasi smartphone, media sosial, atau lingkungan yang bising, dapat dengan cepat memecah fokus saat belajar. Karena itu, penting untuk meminimalkan gangguan agar belajar lebih efektif.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:
Aktifkan mode “Do Not Disturb” atau airplane mode selama sesi belajar agar notifikasi tidak mengganggu.
Bagi waktu belajar menjadi sesi singkat dengan jeda di antaranya, misalnya 25 menit belajar diikuti 5 menit istirahat.
Pilih tempat belajar yang tenang dan nyaman, serta jauhkan perangkat yang tidak diperlukan agar pikiran tetap fokus.
4. Pecah Tugas Besar Menjadi Bagian Kecil
Belajar materi secara intens dalam satu sesi panjang dapat menyebabkan, terutama saat berpuasa. Agar lebih mudah paham, sebaiknya bagi materi besar menjadi bagian‑bagian kecil. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
Tentukan target kecil setiap harinya, misalnya menyelesaikan satu subtopik atau membuat ringkasan satu bab.
Fokus pada satu mata pelajaran per sesi agar lebih mudah memahami materi dan meningkatkan daya ingat.
Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Kantuk dan Lemas Saat Puasa di Siang Hari
