Cara Memilih Minyak yang Lebih Sehat untuk Memasak

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik menggoreng banyak dipilih karena praktis dan membuat makanan terasa lebih lezat. Sayangnya, penggunaan minyak goreng yang tinggi lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol dan risiko gangguan jantung.
Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk lebih cermat dalam memilih minyak goreng yang sehat. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.
Minyak Sehat untuk Memasak
Agar makanan lebih menyehatkan, pilihlah jenis minyak dengan kandungan lemak jenuh yang rendah. Dikutip dari laman Cleveland Clinic dan Santos Organics, berikut beberapa rekomendasinya:
1. Extra Virgin Olive Oil
Minyak zaitun extra virgin dikenal kaya antioksidan, bersifat antibakteri, dan mengandung asam lemak Omega‑3 yang menyehatkan. Beberapa manfaat utama dari minyak zaitun antara lain:
Menjaga kesehatan jantung, tulang, dan otak.
Mengurangi stres oksidatif dalam tubuh dan otak.
Menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, stroke, dan radang sendi.
2. Coconut Oil (Minyak Kelapa)
Minyak kelapa mengandung trigliserida rantai menengah (medium-chain triglycerides/MCT), sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Beberapa manfaat dari penggunaan minyak kelapa adalah sebagai berikut:
Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
Menurunkan risiko gangguan neurologis seperti Alzheimer.
3. Avocado Oil (Minyak Alpukat)
Minyak alpukat memiliki kandungan Omega‑3 dan Omega‑6 yang seimbang serta kandungan antioksidannya yang tinggi. Penggunaan minyak alpukat dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:
Mengurangi gejala radang sendi, membantu meredakan peradangan dan nyeri pada persendian.
Mencegah penyakit gusi, menjaga kesehatan mulut dan mengurangi risiko infeksi.
Mendukung kesehatan kulit dan penyembuhan luka dan mempercepat regenerasi kulit.
Melawan radikal bebas dalam tubuh dan otak.
4. Canola Oil (Minyak Kanola)
Rekomendasi minyak sehat berikutnya adalah minyak kanola. Minyak ini rendah lemak jenuh dan kaya akan asam lemak omega‑3, sehingga menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.
Dengan rasa yang ringan, minyak kanola sangat fleksibel untuk berbagai jenis masakan, mulai dari menumis daging atau sayuran hingga memanggang kue.
5. Peanut Oil (Minyak Kacang)
Minyak kacang mengandung lemak tak jenuh tunggal dan memiliki titik asap tinggi, sehingga ideal untuk memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng. Selain itu, minyak ini kaya vitamin E, antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Tips Memasak dengan Minyak Sehat
Agar minyak sehat tetap memberikan manfaat maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Merujuk laman Medical News Today, berikut sejumlah tips pentingnya:
1. Gunakan Panas Sedang
Hindari memanaskan minyak dengan suhu terlalu tinggi karena dapat merusak nutrisinya dan menghasilkan senyawa berbahaya. Jika ingin memasak dengan suhu tinggi seperti menggoreng, pilih minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kacang.
2. Hindari Mengulang Pemakaian Minyak
Minyak yang digunakan secara berulang dapat menyebabkan terbentuknya lemak trans dan senyawa berbahaya lainnya. Demi menjaga kesehatan, selalu buang minyak setelah digunakan untuk menggoreng.
3. Simpan Minyak dengan Benar
Minyak mudah menjadi tengik jika terpapar cahaya, panas, atau udara. Sebaiknya, simpan minyak di tempat sejuk dan gelap, serta tutup rapat botol atau wadahnya.
4. Konsumsi Minyak Secara Seimbang
Meskipun sehat, minyak tetap tinggi kalori. Oleh karena itu, gunakan secukupnya agar berat badan dan kesehatan tetap terjaga secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Membuat Pola Makan Seimbang untuk Sehari-Hari agar Tubuh Sehat
