Konten dari Pengguna

Cara Memilih Takjil yang Sehat dan Tidak Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kurma sebagai takjil yang sehat untuk berbuka puasa. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kurma sebagai takjil yang sehat untuk berbuka puasa. Foto: Unsplash

Bulan Ramadan identik dengan berbagai hidangan takjil yang menggoda untuk berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, tidak semua takjil memberikan manfaat optimal bagi tubuh yang telah berpuasa selama berjam-jam. Oleh karena itu, perhatikan cara memilih takjil yang sehat dan tidak berlebihan saat berbuka puasa dalam uraian di bawah ini.

Daftar isi

1. Mulai dengan Kurma dan Air Putih sebagai Pembuka

Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk berbuka puasa dengan kurma dan air putih, dan pilihan ini memiliki dasar ilmiah yang kuat. Menurut informasi dari HealthXchange Singapore General Hospital, kurma merupakan sumber energi yang sangat baik dan kaya akan kalium yang membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik.

Namun perlu diingat, meskipun kurma sangat baik untuk berbuka, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan karena kandungan gulanya yang tinggi.

2. Pilih Takjil dengan Kandungan Gula Alami

Setelah berbuka dengan kurma dan air, pilihan takjil berikutnya sebaiknya yang mengandung gula alami bukan gula tambahan. Menurut informasi dari British Nutrition Foundation, buah-buahan segar merupakan pilihan takjil yang sangat baik karena mengandung gula alami, vitamin, dan serat.

Hindari minuman dengan tambahan gula berlebihan seperti sirup kemasan atau es buah dengan santan kental dan gula tinggi. Lebih baik memilih jus buah tanpa tambahan gula atau infused water untuk hidrasi yang lebih sehat.

3. Utamakan Makanan Kaya Cairan untuk Hidrasi

Setelah seharian tidak minum, rehidrasi menjadi prioritas utama saat berbuka puasa. Karena itu, saat pertama berbuka puasa, konsumsilah banyak cairan dan makanan rendah lemak yang kaya cairan.

Merujuk informasi dari First Response Healthcare Center, makanan seperti semangka, mentimun, dan yogurt cair yang difermentasi menawarkan hidrasi alami serta membantu mengganti elektrolit dan mendukung pencernaan.

Sup hangat juga bisa menjadi pilihan takjil yang sangat baik untuk rehidrasi. Sup hangat yang menenangkan seperti sup lentil atau sup sayuran umumnya dikonsumsi selama iftar karena menyediakan hidrasi, nutrisi, dan membantu menenangkan perut.

Yogurt atau minuman berbasis yogurt juga merupakan pilihan yang menyegarkan karena menyediakan probiotik yang membantu pencernaan.

4. Batasi Konsumsi Gorengan

The Healthy Muslims menyarankan untuk tidak menggunakan penggorengan dalam selama Ramadan dan gunakan oven untuk memanggang makanan, atau gunakan air fryer sebagai alternatif. Jika harus mengonsumsi gorengan, cobalah membatasi asupan hanya satu item saja agar tetap dapat menikmati makanan tanpa berlebihan.

5. Perhatikan Porsi Makan

Kesalahan yang sering terjadi saat berbuka puasa adalah langsung makan dalam porsi besar dan terburu-buru. Padahal, menurut informasi dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, memberikan jeda waktu antara takjil pembuka dengan makanan utama memungkinkan tubuh untuk beradaptasi secara perlahan setelah seharian berpuasa.

6. Kesimpulan

Saat berbuka puasa, penting untuk memilih takjil yang sehat agar tubuh bisa kembali bertenaga tanpa terbebani. Mulailah dengan kurma dan air putih sebagai pembuka karena memberi energi cepat, tapi tetap batasi jumlahnya.

Pilih takjil yang mengandung gula alami seperti buah segar, dan hindari minuman atau makanan dengan gula tambahan. Utamakan makanan yang membantu hidrasi seperti semangka, sup hangat, atau yogurt.

Batasi gorengan karena tinggi lemak, dan perhatikan porsi makan agar tubuh tidak kaget setelah seharian berpuasa. Dengan memilih takjil dengan bijak, berbuka puasa akan lebih sehat dan nyaman.

Baca juga: Cara Menjaga Keseimbangan Emosi dan Fokus Ibadah Selama Bulan Ramadhan

(NDA)