Cara Menelusuri Garis Keturunan Keluarga, Ikuti Langkah-Langkah Ini!

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menelusuri garis keturunan keluarga dapat membantu Anda memahami identitas diri secara lebih rinci. Masalahnya, hal ini tidak mudah dilakukan, sebab kebanyakan nenek moyang kita sudah meninggal dunia, sehingga tak banyak informasi yang bisa didapat tentangnya.
Meski begitu, tetap ada cara untuk menggali informasi terkait nenek moyang yang telah tiada. Yuk, simak cara menelusuri garis keturunan keluarga di bawah ini.
1. Gali Informasi dari Orang Rumah
Dikutip dari laman National Genealogical Society, informasi pertama tentang garis keturunan keluarga bisa didapatkan dari orang-orang rumah. Kumpulkan dokumen seperti akta kelahiran, buku nikah keluarga, buku tahunan sekolah mereka, dan sejenisnya.
Catat informasi penting dari dokumen tersebut, seperti nama orang tua ibu dan ayah Anda, tempat tinggal, dan sejenisnya. Setelah itu, lakukan wawancara untuk menggali informasi lebih lengkap. Berikut ini beberapa contoh pertanyaan yang bisa diajukan:
Di mana rumah orang tua saat masih kecil?
Di mana rumah nenek dari orang tua?
Seperti apa tempat tinggalnya?
Apakah mereka berpindah-pindah saat tumbuh dewasa?
Kapan dan di mana kerabat mereka lahir?
Kapan kerabat itu meninggal, dan di mana mereka dimakamkan?
2. Catat atau Dokumentasikan
Setelah mengumpulkan informasi dari keluarga, catat atau dokumentasikan agar tak ada informasi yang terlupakan. Pastikan untuk mencantumkan sumber dari setiap fakta yang ditulis, agar mudah jika membutuhkan konfirmasi di kemudian hari.
Arsipkan informasi tersebut secara terorganisir sehingga mudah ditemukan. Salah satu cara pengarsipan yang bisa dilakukan adalah membuat folder untuk setiap individu yang diwawancarai.
Dalam folder itu, masukkan foto individu, baik yang terbaru maupun lama. Masukkan pula informasi tentang keluarga, rumah, dan kisah-kisah penting mereka.
3. Buat Pohon Keluarga
Sembari mengumpulkan informasi, buatlah pohon keluarga atau diagram silsilah untuk orang-orang yang telah memiliki data lengkap. Informasi ini bisa dimulai dari Anda, cantumkan siapa ayah dan ibu, lalu orang tua dari pihak ayah, serta orang tua dari pihak ibu.
Untuk memudahkan proses pencatatan, buat dokumen secara online lalu backup secara berkala agar data tidak hilang.
4. Telusuri Anggota Keluarga yang Informasinya Belum Lengkap
Jika ada anggota keluarga yang informasinya belum lengkap, cobalah lakukan penelusuran khusus dengan mencari dokumen-dokumen pendukung. Usahakan mendapat dokumen pernikahan, akta kelahiran, dan dokumen kematiannya.
Telusuri pula informasi tentang anggota keluarga melalui orang-orang yang pernah hidup dengannya. Anda bisa mulai dengan mencari lingkungan tempat tinggalnya, lalu temui orang yang pernah tinggal di wilayah tersebut untuk diwawancarai.
5. Akses Arsip Nasional
Arsip Nasional menyimpan koleksi dokumen yang sangat luas, termasuk catatan imigrasi, catatan militer, dan masih banyak lagi. Jika Anda memiliki keluarga yang tergabung dalam barisan militer, sebaiknya cek Arsip Nasional.
Dikutip dari laman Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), arsip bisa diakses oleh publik secara online melalui website Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).
6. Pertimbangkan Tes DNA
Dikutip dari laman Trace Your Past, tes DNA dapat memberikan informasi tentang latar belakang etnis seseorang. Tentunya informasi ini akan memudahkan Anda untuk menelusuri kerabat yang mungkin terpisah jaraknya antara beberapa generasi.
Baca Juga: 6 Manfaat Mempelajari Sejarah Silsilah Keluarga
(DEL)
