Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari yang Efektif

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayi yang rewel di malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua. Tangisan tanpa henti, tidur terganggu, hingga rasa khawatir berlebih bisa memicu stres dan kelelahan. Padahal, menangis adalah cara bayi berkomunikasi, termasuk untuk menunjukkan ketidaknyamanan, lapar, atau hanya butuh kenyamanan. Melalui artikel ini, kita akan membahas cara menenangkan bayi rewel di malam hari yang efektif.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Penyebab Bayi Rewel Saat Malam
Sebelum menenangkan bayi yang rewel di malam hari, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu. Menurut Healthline, bayi rewel malam hari bisa disebabkan oleh:
Lapar atau haus.
Kolik atau gas di perut.
Popok basah atau kotor.
Suhu ruangan yang tidak nyaman.
Tumbuh gigi.
Kelelahan atau overstimulation.
2. Ciptakan Suasana Tidur yang Menenangkan
Lingkungan tidur yang nyaman sangat memengaruhi suasana hati bayi. Mayo Clinic menyarankan beberapa hal berikut untuk menciptakan suasana tidur yang menenangkan bagi bayi:
Redupkan lampu saat malam.
Gunakan white noise atau suara lembut (seperti kipas atau musik klasik).
Pastikan suhu ruangan sejuk dan nyaman (sekitar 22–24°C).
Gunakan pakaian yang tidak terlalu tebal atau terlalu tipis.
Pastikan popok kering. Ganti popok bayi sebelum tidur untuk mencegah ketidaknyamanan akibat basah.
3. Gunakan Sentuhan Fisik yang Menenangkan
Kontak fisik seperti pelukan, gendongan, atau dielus lembut dapat memberi rasa aman bagi bayi. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa skin-to-skin contact terbukti menurunkan hormon stres dan membantu bayi tidur lebih nyenyak. Cara yang bisa dilakukan, di antaranya:
Dipijat dengan gerakan lembut dan memutar pada area seperti punggung, lengan, kaki, atau perut.
Ditepuk-tepuk lembut punggung atau bokong bayi saat menggendongnya.
Diusap wajah bayi dengan lembut atau belai rambutnya.
4. Periksa Kondisi Fisik Bayi
What to Expect memberitahukan, tangisan bayi bisa menjadi tanda bahwa ada ketidaknyamanan fisik yang perlu diperiksa, seperti:
Perut kembung. Bantu sendawa atau pijat ringan bagian perut.
Sedang tumbuh gigi. Berikan mainan gigit khusus bayi atau kompres dingin
Lapar. Jika usia dan pola makannya memungkinkan, tawarkan ASI/susu.
5. Buat Rutinitas Malam yang Konsisten
Bayi merasa lebih tenang dengan rutinitas yang teratur. Menurut Sleep Foundation, rutinitas sebelum tidur akan memberi sinyal bahwa waktu istirahat telah tiba. Contoh rutinitas malam yang bisa dilakukan, yakni:
Mandi air hangat.
Memijat lembut tubuh bayi.
Memakaikan baju tidur yang nyaman.
Membacakan buku atau menyanyikan lagu lembut.
Memeluk hingga tertidur.
6. Gunakan Teknik Menggendong yang Menenangkan
Penelitian dari Happiest Baby Foundation menunjukkan bahwa teknik gendong seperti “hold and sway” atau metode 5 S dari Dr. Harvey Karp sangat efektif untuk menenangkan bayi. Teknik 5 S terdiri dari:
Swaddle (bedong).
Side/Stomach position.
Shush (suara white noise).
Swing (gendong dengan goyangan lembut).
Suck (dot atau menyusu).
7. Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Jika bayi terus rewel meski semua kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi, ada kemungkinan gangguan medis. Segera konsultasikan dengan dokter apabila bayi mengalami:
Demam di atas 38°C.
Menangis lebih dari 3 jam tanpa henti.
Disertai muntah, diare, atau lesu.
Nafsu makan sangat menurun.
Menurut WebMD, tangisan yang disertai gejala fisik perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk menghindari kondisi serius seperti infeksi telinga atau masalah pencernaan.
(NDA)
