Cara Menentukan Waktu Imsak yang Benar Sesuai Ketentuan Kementerian Agama

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ibadah puasa Ramadhan, dikenal istilah imsak. Istilah tersebut berarti menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Di Indonesia, imsak juga kerap diartikan sebagai tanda bahwa waktu subuh akan segera tiba, sehingga seorang Muslim harus bersiap-siap untuk puasa. Pertanyaannya, bagaimana cara menentukan waktu imsak yang benar sesuai ketentuan Kementerian Agama?
1. Menentukan Jadwal Imsak Sesuai Hadis Rasulullah
Merujuk penjelasan di laman resmi Kemenag, waktu imsak adalah sepuluh menit sebelum subuh. Ketetapan ini merupakan hasil ikhtiar pada hadis Qatadah dari Anas bahwa Rasulullah SAW dan Zaid bin Tsabit bersantap sahur.
“Setelah rampung dari santap sahur mereka, Nabi SAW berdiri untuk salat, kemudian beliau salat. Kami bertanya kepada Anas, ‘berapa lama antara rampungnya mereka dari santap sahur dan masuknya mereka ke dalam salat?’ Ia berkata: ‘Kira-kira sepanjang seseorang membaca 50 ayat.’” (HR. Bukhari)
Tim Hisab Rukyat Kemenag sepakat untuk menetapkan durasi bacaan 50 ayat sama dengan 10 menit. Di waktu imsak ini, ada dua pendapat ulama terkait ketentuan makan dan minum:
Sebagian ulama berpandangan bahwa umat Islam yang akan berpuasa dilarang makan saat sudah masuk masa imsak.
Sebagian ulama membolehkan makan di waktu syak (ragu) atau imsak. Namun, dianjurkan berhati-hati dan jangan terlalu mengandalkan suara muazin untuk menentukan subuh, sebab dikhawatirkan muazin terlambat beberapa menit untuk mengumandangkan azan.
2. Memahami Makna Asli Imsak dan Waktunya
Dikutip dari buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan susunan Ahmad Sarwat Lc., MA., imsak berarti menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Ini artinya waktu imsak tidak hanya merujuk pada 10 menit sebelum subuh, tapi mulai dari subuh hingga matahari terbenam.
Namun, ada wilayah tertentu di muka bumi yang mengalami perputaran siang dan malam secara tidak seimbang, seperti di belahan bumi utara atau selatan. Kondisi ini membuat jadwal imsak dan salat di wilayah itu menjadi berbeda.
Secara umum, ada tiga pendapat terkait penentuan jadwal imsak dan salat di wilayah seperti itu:
a. Ikut Wilayah Terdekat
Waktu salat dan imsak disesuaikan dengan jadwal wilayah terdekatnya. Namun, wilayah yang jadi patokan harus mengalami pergantian siang dan malam secara wajar.
Pendapat ini didukung oleh Majelis Majma' Al-Fiqh Al-Islami pada 10 Rabiul Akhir 1402 H yang bertepatan dengan tanggal 4 Februari 1982 M. Selain itu, ini juga merupakan ketetapan dari Hai'ah Kibarul Ulama di Makkah al-Mukarramah, Saudi Arabia Nomor 61 tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H.
b. Ikut Waktu Hijaz
Waktu imsak dan salat di wilayah tersebut bisa mengikuti jadwal yang ada di Hijaz (Makkah, Madinah, dan sekitarnya). Sebab, wilayah Hijaz adalah tempat awal perkembangan agama Islam.
c. Ikut Waktu Negara Islam Terdekat
Sebagian pendapat juga mengatakan bahwa jadwal imsak dan salat orang-orang di kutub dapat mengikuti waktu di wilayah negara Islam terdekat. Maksud negara Islam dalam hal ini merujuk pada negara yang dipimpin Sultan atau Khalifah.
Baca Juga: Hukum dan Panduan Puasa Bagi Ibu Menyusui di Bulan Ramadhan
