Konten dari Pengguna

Cara Mengatur Aktivitas Fisik Malam Hari Setelah Tarawih agar Tubuh Tetap Sehat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi olahraga setelah tarawih. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga setelah tarawih. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Saat menjalankan puasa Ramadhan, tubuh tetap butuh bergerak agar metabolisme berjalan lancar dan kesehatan tidak menurun. Adapun waktu yang paling ideal untuk melakukan aktivitas fisik ringan adalah di malam hari setelah menunaikan sholat Tarawih.

Pada saat itu, tubuh sudah mendapatkan kembali energi dari berbuka, sehingga aktivitas fisik bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan aman. Merujuk pada laman Dispora Gunungkidul dan Halal MUI, berikut panduan mengatur aktivitas fisik malam setelah Tarawih.

1. Pilih Waktu yang Tepat untuk Aktivitas Fisik Malam

Pemilihan waktu yang tepat menjadi kunci agar olahraga setelah Tarawih berjalan efektif dan aman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tunggu 1–2 jam setelah Tarawih sebelum mulai aktivitas fisik. Waktu ini penting agar makanan malam dapat tercerna dengan baik dan tubuh siap bergerak.

  • Hindari olahraga bersifat berat saat larut malam, karena bisa mengganggu kualitas tidur.

2. Pilih Jenis Aktivitas Fisik yang Sesuai

Sebaiknya pilihlah aktivitas fisik yang bersifat ringan hingga sedang dan tidak terlalu intensif. Hal ini penting agar tubuh tetap bugar tanpa menguras energi secara berlebihan.

Beberapa contoh aktivitas fisik yang direkomendasikan setelah Tarawih antara lain:

  • Jalan kaki santai selama 15–30 menit

  • Jogging ringan atau bersepeda santai

  • Stretching atau yoga ringan

  • Latihan kekuatan tubuh dasar seperti squat atau push-up dengan repetisi ringan

3. Kelola Intensitas Olahraga agar Tidak Berlebihan

Berolahraga setelah Tarawih memang penting untuk menjaga kebugaran, namun jika dilakukan berlebihan, tubuh bisa cepat lelah, pusing, atau bahkan mengganggu kualitas tidur.

Oleh karena itu, sebaiknya batasi durasi setiap sesi olahraga sekitar 20–40 menit. Waktu ini cukup untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga tubuh tetap aktif, tanpa membuat Anda merasa kelelahan.

4. Tetap Perhatikan Hidrasi dan Nutrisi Malam Hari

Selain mengatur waktu dan intensitas olahraga, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga sangat penting, terutama jika Anda berencana melakukan aktivitas fisik pada malam hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga hidrasi dan nutrisi adalah:

  • Minum air secara berkala: Konsumsi sekitar 4 gelas air putih pada malam hari, dengan pembagian dua gelas saat makan malam dan dua gelas menjelang tidur, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan melancarkan pencernaan.

  • Hindari minuman berkafein atau beralkohol: Minuman ini bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur.

  • Konsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks dan protein: Karbohidrat memberikan energi, sedangkan protein membantu pemulihan otot setelah aktivitas fisik dan puasa seharian.

5. Atur Jadwal Tidur Setelah Aktivitas Fisik

Tidur yang cukup membantu tubuh tetap sehat dan bugar, terutama setelah berolahraga malam hari. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung kualitas tidur:

  • Perhatikan durasi tidur malam: Orang dewasa sebaiknya tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar metabolisme tetap lancar dan tubuh dapat berfungsi optimal.

  • Hindari begadang: Beraktivitas hingga larut malam dan kebiasaan ngemil sebelum tidur bisa mengganggu kualitas tidur, sehingga tubuh tidak sepenuhnya pulih dari aktivitas fisik dan puasa.

Baca Juga: Pola Makan Sehat untuk Mengontrol Kolesterol agar Tubuh Lebih Fit