Konten dari Pengguna

Cara Mengatur Parental Control di Smartphone Anak untuk Jadi Pola Asuh Digital

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak bermain smartphone. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain smartphone. Foto: Pexels

Di era digital saat ini, smartphone sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Meski memiliki sisi positif, penggunaan smartphone tanpa pengawasan bisa menimbulkan risiko, mulai dari paparan konten tidak pantas hingga kecanduan layar. Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan orang tua adalah mengatur parental control pada smartphone anak. Dengan fitur ini, orang tua dapat membatasi akses aplikasi, durasi penggunaan, hingga aktivitas online yang berbahaya. Untuk mengetahui cara mengatur parental control di smartphone anak, simak uraian berikut.

Daftar isi

1. Apa Itu Parental Control pada Smartphone?

Parental control adalah fitur pengaturan yang memungkinkan orang tua mengontrol penggunaan perangkat anak. Fungsinya bukan sekadar membatasi, melainkan juga melindungi anak dari konten yang tidak sesuai usianya.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan penggunaan parental control sebagai bagian dari pola asuh digital sehat, karena dapat membantu anak belajar menggunakan teknologi dengan bijak. Dengan pemahaman yang benar, orang tua bisa menyeimbangkan antara kebebasan dan pengawasan.

Bagi pengguna Android, Google menyediakan aplikasi Family Link yang bisa digunakan untuk memantau aktivitas anak. Melalui aplikasi ini, orang tua dapat melihat aplikasi yang diunduh anak, mengatur waktu layar, hingga melacak lokasi perangkat.

Google Safety Center menekankan bahwa Family Link dirancang agar anak tetap bisa mengeksplorasi teknologi dengan aman, sementara orang tua memiliki kendali penuh terhadap batasan penggunaannya.

3. Menggunakan Screen Time pada iPhone

Jika anak menggunakan iPhone, orang tua bisa memanfaatkan fitur Screen Time bawaan iOS. Fitur ini memungkinkan pengaturan waktu penggunaan, pembatasan aplikasi, hingga pemblokiran konten eksplisit.

Apple Support menjelaskan bahwa Screen Time juga dapat dihubungkan antar perangkat keluarga melalui Family Sharing. Dengan begitu, orang tua bisa memantau dan mengatur aktivitas anak tanpa harus selalu memegang ponselnya secara langsung.

4. Membatasi Unduhan Aplikasi dan Pembelian Online

Salah satu risiko utama smartphone adalah akses tak terbatas ke aplikasi dan pembelian online. Dengan parental control, orang tua bisa menetapkan batasan agar anak hanya bisa mengunduh aplikasi sesuai kategori usia.

Common Sense Media menekankan pentingnya pengaturan ini, karena banyak aplikasi game atau media sosial yang tidak ramah anak dapat memicu kecanduan maupun paparan konten negatif. Selain itu, pembatasan pembelian juga mencegah terjadinya pengeluaran tidak terkontrol.

5. Mengatur Filter Konten di Browser dan Media Sosial

Selain aplikasi, akses internet melalui browser juga perlu diawasi. Orang tua dapat mengaktifkan filter "SafeSearch" di Google atau mengatur batasan konten langsung di browser smartphone.

Pew Research Center menemukan bahwa mayoritas orang tua merasa lebih tenang ketika filter konten aktif di perangkat anak. Pengaturan ini juga bisa diterapkan di media sosial dengan membatasi interaksi anak dengan akun asing atau konten yang tidak sesuai.

6. Mengedukasi Anak tentang Penggunaan Teknologi yang Sehat

Meski parental control penting, edukasi tetap menjadi aspek utama dalam penggunaan smartphone anak. Anak perlu memahami alasan di balik pengaturan tersebut agar mereka tidak merasa terkekang.

UNICEF menekankan bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kesadaran digital yang sehat. Dengan kombinasi pengawasan teknis dan pendidikan, anak bisa tumbuh menjadi pengguna teknologi yang lebih bertanggung jawab.

Baca juga: Cara Kerja NFC di Smartphone untuk Pembayaran Digital

(NDA)