Cara Mengenali Perbedaan Keris Pusaka Asli dan Tiruan, Perhatikan 6 Hal Ini!

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keris adalah salah satu senjata tikam tradisional Indonesia yang dipercaya sebagian orang memiliki kekuatan supranatural. Itulah mengapa senjata ini dianggap sakral dan sering digunakan dalam upacara adat.
Keris telah terdaftar dalam UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia. Benda pusaka ini terjaga dengan baik di dalam museum, atau oleh orang-orang yang memang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Keris yang beredar di masyarakat dan menjadi aksesori ruangan atau baju adat merupakan replika atau tiruan. Agar tidak keliru, simak cara mengenali perbedaan keris pusaka asli dan tiruan berikut ini.
1. Material Keris Asli Berbahan Berkualitas
Merujuk pada penjelasan di YouTube Hunter Pusaka, keris pusaka asli menggunakan material inti besi dan bahan meteorit. Maksud bahan meteorit adalah meteor berupa titanium dan nikel yang jatuh ke bumi.
Meskipun ada pendapat ahli yang menyanggah penggunaan material meteorit itu, tapi umumnya keris asli terbuat dari bahan berkualitas tinggi. Sementara itu, keris palsu sering kali terbuat dari besi plat yang tidak lagi murni.
2. Keris Asli Berubah Warna
Keris yang terbuat dari besi murni akan mengalami perubahan warna pada bilahnya karena faktor usia. Biasanya, perubahannya cenderung kehijauan atau kebiruan secara merata. Sedangkan keris tiruan tidak akan mengalami perubahan warna karena masih baru.
3. Tekstur Korosi yang Berbeda
Keris asli cenderung mengalami korosi karena usianya sudah tua. Ini merupakan proses degradasi material pembuatan keris karena reaksi kimia atau pengaruh lingkungan. Degradasi material ini membuat kualitas senjata jadi berkurang.
Sementara itu, keris baru atau tiruan tidak mengalami korosi. Kalaupun korosi, biasanya teksturnya berbeda atau lebih kasar dibandingkan keris asli.
4. Serat pada Bilah Keris
Keris asli memiliki kepadatan serat yang tinggi, sehingga tekstur bilahnya begitu lembut dan halus saat baru jadi. Namun, seiring waktu, serat tersebut akan menghasilkan tekstur slorok pada bagian bilahnya.
Sedangkan pada keris palsu yang masih baru, kepadatan seratnya berbeda. Hal ini membuat tampilan sloroknya berbeda dengan keris asli.
5. Berat Keris yang Berbeda
Berat keris asli dan palsu sangat berbeda. Keris tiruan yang dibuat pada zaman sekarang cenderung lebih berat, terutama di bagian ujungnya. Sedangkan keris asli jauh lebih ringan, atau memiliki bobot yang seimbang di sekujur bilahnya.
6. Tekstur Keris Asli Lebih Halus
Merujuk pada penjelasan di YouTube Bale Pusaka Nusantara, tekstur keris baru tampak lebih kasar, bahkan kemungkinan masih memiliki bekas gerinda.
Sedangkan keris asli memiliki bilah yang sangat halus. Keris asli juga biasanya memiliki lubang-lubang kecil pada bilah karena mengalami korosi.
Baca Juga: Museum Keris Solo: Lokasi, Jam Buka, dan Informasi Harga Tiket
