Cara Mengetahui Tanah Subur di Sekitar Rumah Sebelum Berkebun

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanah yang subur memiliki peran penting dalam pertanian. Jenis tanah ini kaya akan unsur hara, kelembapan seimbang, serta struktur yang mendukung pertumbuhan akar tanaman. Cara mengetahui tanah subur di sekitar rumah dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa tanda. Mulai dari tekstur, drainase, hingga warna tanah. Simak langkah-langkah yang perlu diterapkan pada uraian berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Cek Tekstur Tanah
Salah satu indikator utama tanah subur adalah teksturnya. Tanah yang kaya bahan organik biasanya membentuk remah-remah kecil yang rapuh, sehingga memungkinkan sirkulasi udara serta air yang optimal. Berikut cara mengujinya menurut Penn State Extension.
Saat tanah tidak terlalu basah atau kering, gali lubang sedalam 15–25 cm.
Ambil tanah, lalu pecahkan dengan jari.
Amati apakah tanah terasa menggumpal, berbutir seperti pasir, atau berbubuk.
Tanah subur biasanya terasa gembur dan remah, sementara tanah yang tidak cocok ditanammi akan terasa padat, lengket, atau berlumpur.
2. Uji Drainase Tanah
Tanah dengan sistem drainase baik akan mampu menyerap air dengan cepat tanpa menimbulkan genangan. Untuk memeriksa kemampuan drainase tanah, ikuti langkah-langkah sederhana berikut.
Pilih area yang ingin diuji di seitar rumah.
Gali lubang sedalam kurang lebih 30 cm dan lebar 30 cm.
Isi lubang dengan air hingga penuh.
Perhatikan berapa lama air meresap ke dalam tanah.
Jika air meresap dalam beberapa jam atau lebih cepat, berarti tanah memiliki drainase baik. Namun, bila air menggenang lama, hal ini menandakan tanah padat.
3. Amati Keberadaan Organisme Tanah
Kehadiran organisme seperti cacing tanah, semut, jamur, tungau, kumbang, bekicot dan kaki seribu adalah pertanda tanah sehat. Menurut laman Soil Optix, organisme ini berperan penting dalam menjaga struktur tanah, menggemburkan lapisan bawah, serta memperkaya unsur hara melalui proses penguraian. Caranya mengujinya:
Pastikan tanah dalam kondisi tidak terlalu kering atau basah.
Gali sedalam sekitar 15 cm dan hitung jumlah cacing tanah maupun organisme lain.
Jika kamu menemukan cukup banyak organisme, tandanya tanah kaya bahan organik. Sebaliknya, jika tidak ditemukan organisme sama sekali, tanah kemungkinan perlu perbaikan.
4. Lakukan Uji pH Tanah
Uji pH tanah merupakan alat untuk menentukan keasaman tanah. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa bisa menghambat pertumbuhan. Langkah uji pH:
Ambil sampel tanah dari beberapa titik yang ingin diuji.
Letakkan di wadah uji pH tanah yang bisa dibeli di toko pertanian.
Tambahkan larutan indikator sesuai petunjuk alat, lalu baca hasilnya.
Tanah subur biasanya memiliki pH netral hingga sedikit asam (6–7).
5. Pantau Defisiensi Nutrisi pada Tanaman
Perubahan warna daun bisa menjadi tanda kekurangan unsur tertentu di tanah. Berikut beberapa contohnya menurut laman Smiling Gardener:
Kalsium: batang menebal dan berkayu, serta pangkal daun mengering.
Nitrogen dan sulfur: daun berwarna kuning kehijauan pucat. Defisiensi sulfur juga menyebabkan hal ini.
Zat besi: tulang daun menguning sementara bagian lain tetap hijau.
Fosfor: daun bagian bawah berwarna keunguan dan pertumbuhan terhambat secara keseluruhan.
Kalium: tepi daun menguning dan tampak kering. Defisiensi magnesium juga sering terlihat seperti ini.
6. Perhatikan Warna Tanah
Warna tanah juga memberikan banyak petunjuk tentang kesuburannya. Berdasarkan laman Department of Primary Industries berikut arti warna tanah:
Hitam atau cokelat tua: menunjukkan kandungan bahan organik tinggi sehingga menandakan tanah subur.
Kuning atau cokelat pucat: biasanya miskin unsur hara dan membutuhkan tambahan kompos.
Merah bata: menandakan pelapukan kuat dan drainase baik, namun cenderung kurang nutrisi. Warna merah disebabkan oleh oksidasi senyawa besi di dalam tanah.
Pucat: sering kali menandakan tanah miskin bahan organik dan perlu banyak perbaikan.
Baca Juga: Sifat Fisika Tanah yang Penting bagi Pertanian dan Lingkungan
(SA)
