Konten dari Pengguna

Cara Mengetahui Ukuran Kacamata Plus secara Akurat

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengetahui ukuran kacamata plus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengetahui ukuran kacamata plus. Foto: Unsplash

Kacamata plus umumnya digunakan untuk mengoreksi rabun dekat (hipermetropia), yaitu kondisi saat seseorang kesulitan melihat objek dalam jarak dekat. Semakin tinggi nilai plus pada lensa, semakin kuat koreksi yang dibutuhkan. Agar tidak salah pilih, berikut panduan cara mengetahui ukuran kacamata plus berdasarkan laman All About Vision dan EyeBuyDirect.

Daftar isi

1. Lakukan Pemeriksaan Mata di Toko Optik atau Dokter Mata

Mengetahui ukuran kacamata plus yang akurat dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan mata secara langsung, baik di optik maupun dokter mata. Beberapa tes yang dilakukan biasanya mencakup:

  • Tes ketajaman visual, dilakukan dengan cara membaca deretan huruf pada jarak tertentu.

  • Tes refraksi, berfungsi menentukan seberapa baik fokus cahaya pada mata.

  • Tes autorefraktor, menggunakan alat otomatis yang mengukur kebutuhan koreksi mata dengan menyinari cahaya ke mata dan membaca pantulannya.

  • Tes lensa (phoropter), dokter akan mencoba berbagai lensa di depan mata untuk menemukan yang paling nyaman.

2. Pahami Angka dalam Resep Kacamata

Setelah mendapatkan resep kacamata dari dokter atau optik, berikut cara membaca ukurannya:

  • O.D. (Oculus Dexter): mata kanan.

  • O.S. (Oculus Sinister): mata kiri .

  • SPH (Sphere): Menunjukkan tingkat koreksi rabun dekat (ditandai dengan angka plus +) atau rabun jauh (angka minus -).

  • CYL (Cylinder): Menandakan koreksi astigmatisme (silinder).

  • AXIS: Sudut lensa yang diperlukan untuk mengoreksi astigmatisme. Dinyatakan dalam bilangan bulat dari 1 hingga 180.

  • ADD: Tambahan daya pembesaran untuk bagian bawah lensa, biasanya untuk kacamata multifokal atau progresif.

  • PD (Pupillary Distance (PD): Jarak antara pupil.

SPH, CYL, dan ADD dinyatakan dalam satuan dioptri. Nilai-nilai ini berbentuk desimal dan umumnya ditulis dalam kelipatan seperempat dioptri (0,25 D). Berikut contoh resep kacamata plus:

  • OD: +2.00 D sphere

  • OS: +1.00 D sphere

Artinya seseorang membutuhkan lensa plus dengan kekuatan +2.00 untuk mata kanan dan +1.00 untuk mata kiri.

3. Perhatikan Ukuran Frame yang Pas di Wajah

Selain ukuran lensa plus, ukuran bingkai kacamata juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan saat digunakan. Informasi ukuran biasanya tercetak di bagian dalam gagang kacamata dan terdiri dari:

  • Lens Width (Lebar Lensa): Ukuran lebar horizontal setiap lensa, biasanya berkisar antara 40 mm hingga 60 mm.

  • Bridge Width (Jarak antar dua lensa): Ukuran bridge umumnya berkisar antara 14 mm hingga 24 mm.

  • Temple Length (Panjang Gagang): Panjang gagang dari engsel ke bagian belakang telinga. Biasanya sekitar 120 mm hingga 150 mm.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kacamata Minus dan Silinder serta Cara Memilihnya

(SA)