Konten dari Pengguna

Cara Menggunakan Fingerprint HP Lebih Aman agar Data Pribadi Terlindungi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fingerprint HP. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fingerprint HP. Foto: Unsplash

Fingerprint atau pemindai sidik jari telah menjadi salah satu fitur keamanan paling populer di handphone (HP) modern. Teknologi ini menawarkan kemudahan akses tanpa harus mengetikkan kata sandi setiap kali membuka ponsel. Namun, meski praktis, fingerprint tidak sepenuhnya bebas risiko. Pengguna tetap perlu memahami cara menggunakan fingerprint HP lebih aman agar data pribadi tetap terlindungi dari ancaman pencurian digital maupun penyalahgunaan. Artikel ini akan menguraiakan panduan lengkap dalam menggunakan fingerprint HP dengan aman.

Daftar isi

1. Memahami Teknologi di Balik Fingerprint Scanner

Fingerprint scanner bekerja dengan menangkap pola unik sidik jari pengguna lalu menyimpannya dalam bentuk data terenkripsi. Pola ini kemudian digunakan sebagai kunci autentikasi saat membuka perangkat atau mengakses aplikasi tertentu.

Menurut National Institute of Standards and Technology (NIST), teknologi fingerprint dianggap cukup aman karena sulit dipalsukan. Namun, tingkat akurasi dan keamanan tetap bergantung pada kualitas sensor serta sistem enkripsi yang digunakan oleh pabrikan smartphone.

2. Mengatur Sidik Jari yang Berbeda untuk Kondisi Darurat

Salah satu langkah yang bisa meningkatkan keamanan adalah dengan mendaftarkan lebih dari satu jari. Tujuannya bukan hanya agar lebih praktis, tetapi juga memberikan opsi cadangan jika jari utama mengalami luka atau kotor.

Android Authority merekomendasikan untuk mendaftarkan minimal dua sidik jari, misalnya jempol dan telunjuk, agar pengguna tetap bisa membuka ponsel dalam kondisi mendesak. Namun, sebaiknya hindari mendaftarkan sidik jari orang lain untuk menjaga eksklusivitas akses.

3. Kombinasi Fingerprint dengan Metode Keamanan Tambahan

Fingerprint memang praktis, tetapi sebaiknya digunakan bersama metode keamanan lain seperti PIN atau password. Hal ini disebut sebagai multi-factor authentication (MFA).

Kaspersky Lab menekankan bahwa kombinasi fingerprint dengan PIN dapat menambah lapisan perlindungan, terutama jika perangkat berada di tangan orang yang tidak berwenang.

Dengan begitu, meskipun fingerprint berhasil diretas, data masih dilindungi oleh kata sandi tambahan.

4. Menjaga Kebersihan Sensor Fingerprint agar Tetap Akurat

Sensor fingerprint bisa mengalami penurunan akurasi jika kotor atau tergores. Debu, minyak, maupun kelembaban dapat memengaruhi kemampuan pemindaian. Oleh karena itu, penting untuk rutin membersihkan permukaan sensor dengan kain lembut.

TechRadar (2023) menjelaskan bahwa sensor optik dan ultrasonik memiliki sensitivitas berbeda, tetapi keduanya tetap membutuhkan perawatan agar hasil pemindaian tetap konsisten. Menjaga kebersihan sensor juga membantu memperpanjang usia pakai perangkat.

5. Waspada terhadap Aplikasi Palsu yang Menggunakan Fingerprint

Tidak semua aplikasi yang meminta autentikasi fingerprint bisa dipercaya. Ada aplikasi berbahaya yang memanfaatkan izin fingerprint untuk mengakses data pribadi.

Norton Security mengingatkan agar pengguna hanya menggunakan fingerprint pada aplikasi resmi atau dari pengembang terpercaya, terutama aplikasi perbankan dan keuangan. Mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dapat meningkatkan risiko pencurian data biometrik.

6. Memperbarui Sistem Keamanan Smartphone Secara Berkala

Keamanan fingerprint juga sangat dipengaruhi oleh pembaruan perangkat lunak HP. Produsen smartphone biasanya merilis update untuk memperbaiki bug atau meningkatkan enkripsi sistem.

Forbes Tech menekankan bahwa pembaruan sistem operasi adalah kunci agar fingerprint scanner tetap aman digunakan. Mengabaikan update bisa membuat perangkat lebih rentan terhadap serangan siber.

Oleh sebab itu, selalu aktifkan pembaruan otomatis agar sistem keamanan tetap optimal.

Baca juga: 5 HP Fingerprint 1 Jutaan yang Canggih dan Modern

(NDA)