Konten dari Pengguna

Cara Menggunakan Google Maps Offline saat Bepergian

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Google Maps. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Google Maps. Foto: Unsplash

Google Maps telah menjadi aplikasi andalan bagi banyak orang ketika bepergian, baik untuk menemukan lokasi, mencari rute tercepat, hingga memperkirakan waktu perjalanan. Namun, masalah sering muncul ketika kita berada di daerah dengan jaringan internet yang lemah atau bahkan tidak tersedia sama sekali. Untuk mengantisipasi kondisi ini, Google Maps menyediakan fitur penggunaan offline yang sangat berguna. Dengan memanfaatkan fitur ini, pengguna tetap bisa bernavigasi tanpa khawatir kehilangan arah. Bagi yang belum tahu cara menggunakan Google Maps offline saat berpergian, simak uraian artikel berikut ini.

Daftar isi

1. Mengunduh Peta Sebelum Bepergian

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunduh peta area tujuan sebelum perjalanan dimulai. Caranya sebagai berikut:

  • Buka aplikasi Google Maps

  • Klik profil pada Google Maps

  • Pilih Offline Maps

  • Cari lokasi atau kota yang ingin dituju, lalu pilih opsi "Download Offline Map".

Menurut panduan dari Google Support, peta yang sudah diunduh dapat digunakan tanpa koneksi internet, asalkan ruang penyimpanan pada smartphone mencukupi.

2. Menyimpan Peta di Memori Internal atau Eksternal

Setelah mengunduh peta, pengguna bisa memilih untuk menyimpannya di memori internal atau kartu SD (jika tersedia). Hal ini penting terutama bagi pengguna dengan kapasitas penyimpanan terbatas.

Android Authority menjelaskan bahwa semakin luas area peta yang diunduh, semakin besar pula ukuran file yang dibutuhkan, sehingga pengaturan penyimpanan harus diperhatikan.

3. Menggunakan Mode Navigasi Offline

Setelah peta terunduh, Google Maps dapat digunakan untuk navigasi offline. Aplikasi akan tetap menampilkan jalur rute, petunjuk belokan, dan estimasi jarak meskipun tidak ada koneksi internet.

Namun, perlu diketahui bahwa beberapa fitur seperti kondisi lalu lintas real-time atau update rute alternatif tidak akan tersedia. TechRadar menekankan bahwa meski terbatas, mode offline tetap sangat bermanfaat untuk menjaga arah perjalanan.

4. Pembaruan Peta Secara Berkala

Peta yang telah diunduh memiliki masa berlaku tertentu. Google biasanya meminta pengguna memperbarui file peta agar data jalan dan tempat tetap akurat. Jika peta tidak diperbarui, ada kemungkinan rute yang ditampilkan tidak sesuai kondisi terbaru. Menurut CNET, pembaruan rutin sangat penting terutama jika digunakan di kota besar yang infrastrukturnya cepat berubah.

5. Menghemat Baterai saat Menggunakan Offline Maps

Navigasi dengan GPS tetap membutuhkan daya baterai yang cukup besar. Untuk menghemat baterai, pengguna dapat menurunkan tingkat kecerahan layar, mengaktifkan mode hemat daya, atau menggunakan powerbank saat perjalanan panjang.

PCMag menyebutkan bahwa penggunaan Google Maps dalam mode offline sedikit lebih hemat daya dibanding online, karena tidak perlu terus-menerus mengunduh data peta dari internet.

6. Memanfaatkan Offline Maps untuk Wisatawan

Bagi wisatawan, fitur Google Maps offline sangat membantu ketika berada di luar negeri dan tidak memiliki akses internet murah. Peta offline bisa digunakan untuk menemukan destinasi wisata, restoran, hingga hotel tanpa harus membeli paket data roaming.

Travel + Leisure bahkan merekomendasikan wisatawan internasional untuk selalu menyiapkan peta offline sebelum berangkat, demi kenyamanan perjalanan.

Baca juga: Cara Melihat Ganjil Genap di Google Maps dengan Mudah

(NDA)