Cara Mengurangi Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lemak jenuh sering kali disebut sebagai “lemak jahat” karena jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Jadi, sangat penting membatasi asupan makanan tinggi lemak jenuh agar tubuh tetap sehat dan metabolisme berjalan optimal.
Merujuk pada laman NHS UK, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
1. Perhatikan Label Nutrisi Sebelum Membeli Produk
Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi asupan lemak jenuh adalah dengan lebih cermat memperhatikan label makanan saat berbelanja. Perhatikan istilah pada kemasan seperti “low-fat”, “reduced-fat”, atau “light”.
Namun, tidak semua produk rendah lemak bebas dari kandungan gula tinggi. Jadi, Anda harus membaca tabel nutrisi secara menyeluruh agar pilihan makanan tetap sehat.
2. Pilih Metode Memasak yang Sehat
Cara memasak sangat berpengaruh terhadap jumlah lemak yang masuk ke dalam tubuh. Alih-alih menggoreng, cobalah metode yang lebih sehat seperti memanggang, mengukus, atau merebus untuk menjaga nutrisi penting seperti vitamin dan mineral tetap utuh.
3. Pilih Daging dan Produk Hewani Rendah Lemak
Daging merah dan produk hewani sering kali menjadi sumber utama lemak jenuh. Untuk mengurangi asupannya, beberapa strategi sederhana berikut bisa diterapkan:
Pilih daging tanpa lemak, seperti daging sapi tanpa lemak atau ayam tanpa kulit.
Hilangkan lemak yang terlihat pada daging sebelum dimasak untuk mengurangi asupan lemak tambahan.
Tambahkan sayuran dan kacang-kacangan ke dalam masakan daging. Selain membuat porsi daging lebih kecil, cara ini juga efektif untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
4. Ganti Produk Susu dengan Versi Rendah Lemak
Produk susu penuh lemak bisa diganti dengan versi rendah lemak atau bebas lemak. Berikut beberapa alternatif yang lebih sehat:
Susu skim atau susu rendah lemak.
Yogurt rendah lemak.
Keju rendah lemak.
Susu nabati rendah lemak.
5. Konsumsi Lebih Banyak Buah, Sayuran, dan Protein Nabati
Memperbanyak konsumsi buah, sayuran, dan protein nabati dapat mengurangi ketergantungan pada lemak jenuh. Pola makan ini juga mendukung kesehatan jantung dan menjaga keseimbangan nutrisi tubuh secara keseluruhan.
Beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan antara lain:
Sertakan buah dan sayuran dalam setiap menu harian untuk mendapatkan serat, vitamin, dan mineral penting.
Jadikan kacang-kacangan atau biji-bijian sebagai camilan sehat pengganti gorengan atau makanan cepat saji.
Gunakan minyak zaitun, minyak canola, atau minyak bunga matahari saat memasak sebagai pengganti mentega atau minyak jenuh.
6. Atur Saus, Dressing, dan Bumbu
Saat makan di luar rumah, perhatikan saus atau dressing yang disajikan di piring agar Anda bisa mengontrol jumlah yang dikonsumsi. Lebih baik pilihlah menu dengan bumbu segar atau perasan lemon untuk menambah rasa pada makanan.
Baca Juga: Pola Makan Sehat untuk Mengontrol Kolesterol agar Tubuh Lebih Fit
