Cara Merebus Daging agar Cepat Empuk dan Matang Sempurna

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kalanya daging ktetap terasa alot meskipun telah direbus dalam waktu lama. Penyebabnya biasanya karena Anda tidak menerapkan cara merebus daging agar cepat empuk dengan benar atau pemilihan jenis daging yang kurang sesuai.
Di bawah ini akan dibahas secara menyeluruh berbagai cara merebus daging agar cepat empuk, kesalahan umum yang sering terjadi selama proses perebusan, serta panduan dalam memilih bagian daging yang paling tepat untuk mendapatkan hasil yang lembut dan lezat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Merebus Daging agar Cepat Empuk
Dalam laman Live Strong dijelaskan cara merebus daging agar cepat empuk. Berikut langkah-langkahnya:
Pukul daging menggunakan palu daging agar serat ototnya hancur dan membuat teksturnya jadi lebih lembut.
Rendam daging dalam campuran asam seperti cuka, jus lemon, atau yogurt selama beberapa jam untuk memecah jaringan ikat yang keras dalam daging.
Rebus daging dengan teknik simmering, yaitu menggunakan api kecil agar suhu tetap stabil di kisaran 82–88°C.
Selama proses perebusan, tutup panci agar uap dan suhu tetap terjaga.
Perhatikan durasi waktu memasak berdasarkan ukuran daging. Misalnya, daging seberat 2,5–3 kg membutuhkan sekitar 4 jam untuk empuk sempurna.
Gunakan termometer daging untuk mengecek suhu internal, dan pastikan mencapai minimal 63°C agar daging matang dengan baik dan tetap lembut.
Setelah selesai direbus, diamkan daging selama beberapa menit sebelum dipotong untuk menjaga kelembutan dan mempertahankan cita rasa daging.
Kesalahan dalam Merebus Daging
Tidak membersihkan daging dengan baik sebelum direbus dapat menyebabkan bau tak sedap dan kuah yang keruh.
Menggunakan daging yang sudah lama atau tidak segar.
Merebus daging dalam kondisi beku tanpa mencairkan terlebih dahulu.
Alat masak yang kotor dapat memengaruhi rasa dan kebersihan hasil rebusan.
Tidak membalik atau mengaduk daging selama perebusan menyebabkan matang tidak merata.
Menambahkan garam di awal proses justru membuat daging lebih keras.
Langsung menyimpan daging panas ke kulkas dapat merusak tekstur dan mempercepat pembusukan.
Bagian Daging Sapi yang Empuk
Menukil dari laman The Spruce Eats, bagian daging sapi yang paling empuk berasal dari otot-otot yang jarang digunakan oleh sapi, terutama yang terletak jauh dari kepala dan kaki. Potongan-potongan ini memiliki serat otot yang halus dan sedikit jaringan ikat, sehingga teksturnya lembut dan mudah dikunyah.
Salah satu potongan paling empuk adalah tenderloin, terletak di bagian dalam punggung sapi. Selain itu, rib-eye yang berasal dari rusuk juga termasuk bagian yang sangat empuk dan beraroma kaya, cocok untuk metode memasak dengan panas tinggi seperti memanggang atau membakar.
Baca Juga: Selain Buat Burger, Ini 5 Cara Enak Memasak Daging Sapi Giling Kata Para Chef
(ANB)
