Cara Semut Berkomunikasi dalam Kehidupan Koloni Sehari-hari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semut memiliki cara unik untuk berkomunikasi satu sama lain. Cara semut berkomunikasi tidak menggunakan suara seperti manusia, melainkan melalui feromon, sentuhan, gerakan tubuh, dan bahkan getaran. Semua cara ini berfungsi untuk menyampaikan berbagai pesan penting, mulai dari aktivitas koloni, lokasi sumber makanan, hingga tanda bahaya. Simak penjelasan lengkapnya mengenai cara komunikasi semut pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Feromon
Semut sangat bergantung pada feromon sebagai alat utama untuk berkomunikasi. Feromon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar tertentu. Mengutip laman Canada Ant Colony, feromon dideteksi oleh rambut-rambut kecil pada antena yang mampu mengenali senyawa kimia di udara. Melalui sinyal kimia ini, semut dapat menyampaikan berbagai pesan penting, seperti menandai jalur menuju makanan, memberi peringatan bahaya, atau mengenali anggota koloni mereka.
2. Sentuhan
Semut juga melakukan komunikasi melalui sentuhan menggunakan antena. Selain itu, beberapa semut memanfaatkan kaki depan bersama antena mereka saat melakukan kontak. Sentuhan ini membantu semut mengenali teman satu koloni, membedakan semut hidup dan mati, serta menjaga kebersihan sesama anggota koloni.
3. Gerakan dan Bahasa Tubuh
Disebutkan dalam laman Pest World for Kids, semut juga menggunakan bahasa tubuh untuk memperkuat pesan yang dikirim melalui feromon dan sentuhan. Mereka dapat melakukan gerakan tertentu seperti mengangkat perut ke udara atau menekan kepala semut lain untuk menunjukkan maksud tertentu.
4. Getaran
Beberapa spesies semut juga dapat berkomunikasi melalui suara dan getaran. Mereka menghasilkan suara dengan cara menggesekkan dua bagian tubuhnya, yang kemudian ditangkap sebagai getaran dan dirasakan oleh semut lain di sekitarnya. Meski terdengar halus bagi manusia, bagi semut getaran ini adalah bentuk komunikasi yang efektif.
5. Trofalaksis
Menurut A-Z Animals, proses komunikasi semut yang unik lainnya adalah trofalaksis, yaitu berbagi makanan dari mulut ke mulut. Cara ini umum bagi serangga sosial seperti semut, lebah, dan rayap untuk membantu menyebarkan informasi penting, seperti sinyal kimia dari sumber makanan baru, atau bahkan aroma khas koloni yang membedakan mereka dari semut luar.
6. Jenis-jenis Komunikasi pada Semut
Menurut laman Ant Keepers, ada beberapa jenis komunikasi yang terjadi dalam koloni semut, antara lain:
Memanggil semut lain untuk membantu menyelesaikan tugas besar.
Mengenali anggota kelompok, menentukan kasta, dan membedakan semut mati atau hidup.
Memberi peringatan akan adanya ancaman atau bahaya.
Menandai area sebagai wilayah koloni atau batas teritorial.
Mengetuk atau menyentuh untuk meminta makanan atau bantuan.
Menunjukkan arah menuju makanan atau jalan kembali ke sarang.
Melakukan perawatan antarsemut untuk menjaga kebersihan.
Berkomunikasi untuk mengenali pasangan dan menyesuaikan waktu kawin.
Baca Juga: 6 Manfaat Semut dalam Menjaga Keseimbangan Alam
(SA)
