Cara Terbentuknya Bayangan pada Cermin dan Benda secara Lengkap

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemantulan cahaya pada cermin maupun benda dapat menyebabkan terbentuknya bayangan. Adapun jenis cermin yang umum digunakan antara lain cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Cara terbentuknya bayangan pada cermin dan benda memiliki sifat yang berbeda-beda. Artikel ini akan menguraikan proses terbentuknya bayangan secara lengkap dan contohnya sehari-hari.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pembentukan Bayangan pada Cermin
Cermin datar adalah cermin dengan permukaan yang rata, sehingga dapat memantulkan cahaya secara teratur. Bayangan pada cermin datar terbentuk dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul sesuai dengan hukum pemantulan cahaya. Proses pembentukan bayangan pada cermin datar dijelaskan dalam Buku Ajar Fisika Optik (Pendekatan Problem Based Learning Berbasis Soft-Skills) oleh Setya Ferywidyastuti berikut.
Benda diletakkan di depan cermin datar.
Sinar datang pertama melalui ujung benda, mengenai cermin, lalu dipantulkan. Sinar pantul kemudian diperpanjang dengan garis putus-putus.
Sinar datang kedua juga melalui ujung benda, mengenai cermin, dipantulkan, lalu diperpanjang.
Perpotongan perpanjangan kedua sinar pantul tersebut membentuk bayangan ujung benda.
Sinar ketiga melalui pangkal benda, dipantulkan oleh cermin, lalu diperpanjang. Titik perpotongan sinar pantul menunjukkan bayangan pangkal benda.
Terbentuklah bayangan benda oleh cermin datar.
Bayangan benda yang dibentuk oleh cermin datar bersifat maya, tegak, sama besar. Jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin.
2. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung
Cermin cekung memiliki permukaan melengkung ke dalam. Ia bersifat konvergen, artinya dapat mengumpulkan cahaya ke satu titik fokus. Sifat bayangan pada cermin cekung bergantung pada posisi benda. Menurut buku Mudah dan Aktif Belajar Fisika oleh Dudi Indrajit, pembentukan bayangan pada cermin cekung dapat dijelaskan melalui tiga sinar istimewa:
Sinar sejajar sumbu utama akan dipantulkan dan sinarnya berpotongan pada satu titik. Titik hasil perpotongan antara sinar-sinar pantul tersebut dinamakan titik api atau fokus.
Sinar yang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.
Sinar yang melalui pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali melalui lintasan yang sama.
Jika benda berada di belakang titik pusat kelengkungan cermin, bayangannya bersifat nyata, terbalik, lebih kecil. Apabila benda berada pada pusat kelengkungan, sifat bayanganya yaitu nyata, sama besar, terbalik. Sementara, jika benda berada di antara titik pusat kelengkungan dengan titik fokus, bayangannya bersifat nyata, terbalik, lebih besar.
Contoh penerapan cermin cekung dapat dilihat pada lampu sorot, layar proyektor, atau kaca rias.
3. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung
Cermin cembung memiliki permukaan melengkung ke luar. Letak pusat kelengkungan dan titik fokus pada cermin cembung berada di belakang permukaan cermin. Menurut buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Evy Aldiyah, berikut pembentukan cayangan pada cermin cembung:
Sinar menuju pusat kelengkungan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik pusat kelengkungan.
Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus.
Sinar menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
Bayangan yang terbentuk pada cermin cembung selalu bersifat maya, tegak, dan diperkecil. Karena sifat ini, cermin cembung banyak digunakan pada spion kendaraan.
Baca Juga: Cara Terbentuknya Embun di Pagi Hari Melalui Proses Kondensasi
(SA)
