Konten dari Pengguna

Cara Terbentuknya Salju di Daerah Subtropis secara Lengkap

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi salju. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salju. Foto: Unsplash

Fenomena salju umum terjadinya di daerah subtropis, terutama ketika musim dingin tiba. Cara terbentuknya salju di daerah subtropis berlangsung melalui serangkaian tahapan yang dipengaruhi oleh suhu rendah dan kelembapan di atmosfer. Untuk memahami setiap tahapannya, simak penjelasan lengkap mengenai proses terbentuknya salju pada sajian informasi di bawah ini.

Daftar isi

1. Pendinginan Suhu Udara

Agar salju bisa turun, atmosfer harus mengandung kelembapan. Menurut laman National Snow and Ice Data Center, salju terbentuk ketika suhu udara berada pada atau di bawah titik beku (0°C atau 32°F). Jika suhu tanah juga berada di bawah titik beku, maka salju dapat mencapai permukaan bumi.

2. Penguapan (Evaporasi)

Salju tidak akan terbentuk tanpa adanya uap air. Air dari permukaan daratan maupun lautan mengalami penguapan akibat panas matahari. Proses ini juga terjadi pada permukaan daun dan jaringan tumbuh-tumbuhan lain melalui evapotranspirasi. Hasilnya, massa air yang semuanya cair berubah menjadi uap air yang bersifat gas.

3. Proses Kondensasi

Uap air yang naik ke atmosfer terbawa angin menuju lapisan yang lebih tinggi dengan suhu lebih dingin. Di ketinggian tersebut, uap air membentuk awan melalui proses kondensasi. Menurut laman National Environmental Satellite, Data, and Information Service (NESDIS), ketika suhu turun di bawah titik beku, uap air dapat langsung berubah menjadi es tanpa melalui fase cair.

4. Pembentukan Kristal Salju

Kristal es mulai terbentuk di awan ketika partikel uap air menempel pada inti seperti debu atau partikel kecil lain. Pada awalnya ukurannya sangat kecil, namun dengan adanya uap air tambahan dan suhu dingin di dalam awan, kristal-kristal tersebut tumbuh menjadi kristal salju atau kepingan salju berbentuk khas.

5. Kristal Salju Semakin Besar

Kristal salju yang membesar akan saling bertabrakan dan menempel satu sama lain. Proses ini membuat kumpulan kristal semakin berat. Ketika beratnya cukup besar, kristal salju akan jatuh ke bumi sebagai presipitasi dalam bentuk salju.

6. Turunnya Salju ke Permukaan Bumi

Salju dapat mencapai permukaan bumi jika suhu tanah juga berada di bawah titik beku. Namun, mengutip laman Ocean Clock, bentuk salju yang turun bisa berbeda-beda tergantung kondisi udara:

  • Salju basah: turun melalui udara lembap dengan suhu sedikit lebih hangat dari 0°C. Tepi kepingan salju mulai mencair lalu menempel membentuk kepingan besar.

  • Salju kering: turun saat suhu sangat dingin, jauh di bawah 0°C, seperti di pegunungan. Karena tidak mengandung air cair, salju ini ringan dan tidak saling menempel. Salju jenis ini sering disebut salju bubuk.

7. Bentuk-Bentuk Salju

Bentuk kristal salju bergantung pada suhu dan kadar air di awan. Menurut laman Britannica Kids, sebagian besar kepingan salju memiliki enam sisi dengan beragam bentuk dasar, yaitu:

  • Bintang

  • Jarum

  • Dendrit (bercabang)

  • Lempeng

  • Kolom berongga

  • Tidak beraturan (rusak)

Baca Juga: Cara Terbentuknya Kabut Asap Fotokimia, Polusi Udara yang Mengancam Kesehatan

(SA)