Konten dari Pengguna

Cara Tumbuhan Melindungi Diri dengan Pertahanan Fisik dan Kimia

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara tumbuhan melindungi diri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara tumbuhan melindungi diri. Foto: Unsplash

Seperti halnya hewan, tumbuhan juga memiliki mekanisme pertahanan diri tersendiri untuk menghadapi berbagai ancaman. Cara tumbuhan melindungi diri bisa berupa bentuk fisik maupun zat kimia yang dimiliki secara alami agar mampu bertahan hidup lebih lama. Simak penjelasan lengkap mengenai berbagai cara pertahanan tumbuhan di alam pada informasi berikut.

Daftar isi

1. Pertahanan Fisik pada Tumbuhan

Pertahanan fisik dimiliki banyak tumbuhan untuk melindungi diri. Mekanisme perlindungan ini membuat hewan herbivora kesulitan memakan bagian tubuh tumbuhan. Mengutip laman Britannica, berikut beberapa contohnya.

  • Duri: Contohnya terdapat pada mawar, kaktus, pohon jeruk nipis, salak, dan bougenville.

  • Bulu halus: Seperti pada batang bambu yang memiliki bulu halus untuk menghalau gangguan, sehingga musuh merasa gatal.

  • Getah: Pohon jarak, sawo, mangga, nangka, dan jambu mete mengeluarkan getah yang lengket untuk melindungi diri.

  • Bulu beracun: Tumbuhan jelatang (Urtica Dioica) menggunakan trikoma atau rambut penyengat yang melepaskan zat kimia seperti histamin untuk menimbulkan sensasi perih atau gatal.

  • Bau tidak enak: Misalnya, daun temu lawak yang berbau busuk, daun kunyit yang pahit dan berbau tidak sedap, serta daun sembukan yang berbau tidak enak.

  • Mengatup daun: Putri malu (Mimosa pudica) menutup daunnya saat disentuh.

  • Rasa tidak enak: Misalnya, rasa pahit pada mahoni, rasa asam pada belimbing sayur.

  • Meniru keadaan sekitarnya: Tumbuhan Corydalis hemidicentra yang mampu menyerupai batu di sekitarnya sehingga tidak menarik perhatian hewan.

  • Partikel daun keras: Jagung, padi, dan gandum memiliki daun yang keras. Struktur ini dapat mengikis gigi mamalia pemakan rumput maupun rahang serangga seperti belalang.

2. Pertahanan Kimia pada Tumbuhan

Tumbuhan juga memproduksi berbagai zat kimia untuk melawan serangan herbivora. Mengutip laman Plantora, senyawa-senyawa ini bisa berfungsi sebagai racun, pengusir, atau sinyal bagi tumbuhan lain. Berikut beberapa contohnya:

  • Senyawa kimia beracun: Pohon kenari hitam (Black Walnut) mengeluarkan racun bernama juglone untuk melawan serangga dan herbivora lainnya

  • Daun beracun: Tanaman foxglove (Digitalis purpurea) mengandung racun digitoksin yang berbahaya bagi manusia maupun serangga.

  • Sinyal kimia: Beberapa tumbuhan melepaskan senyawa organik volatil atau volatile organic compound (VOC) yang memberi sinyal pada tumbuhan lain untuk meningkatkan produksi senyawa pertahanannya.

  • Kristal tajam beracun (Idioblas): Daun Dieffenbachia memiliki kristal kalsium oksalat. Saat dikunyah, kristal ini dilepaskan dan menyebabkan rasa perih pada mulut predator.

3. Pentingnya Mekanisme Pertahanan Tumbuhan

Pertahanan diri memiliki peran penting bagi tumbuhan sekaligus keseimbangan ekosistem. Jika tidak memiliki mekanisme pertahanan, tumbuhan akan lebih mudah punah akibat dimakan hewan atau rusak oleh lingkungan. Dengan adanya pertahanan alami, tumbuhan dapat terus bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya.

Baca Juga: 8 Manfaat Membuat Terrarium sebagai Mini-Ekosistem di Rumah

(SA)