Ciri-Ciri Aplikasi Berbahaya di Android yang Harus Dihapus

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Android memang menawarkan kebebasan bagi penggunanya untuk mengunduh berbagai aplikasi, baik dari Google Play Store maupun pihak ketiga. Namun, tidak semua aplikasi aman digunakan. Sebagian bisa berisi malware, spyware, atau kode berbahaya yang mencuri data pribadi. Agar tidak terjebak, berikut ciri-ciri aplikasi berbahaya di Android yang harus dihapus sebelum menimbulkan masalah serius bagi keamanan perangkat maupun data pribadi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Aplikasi Menguras Baterai Secara Tidak Wajar
Salah satu tanda aplikasi berbahaya adalah konsumsi baterai yang berlebihan tanpa alasan jelas. Jika baterai tiba-tiba cepat habis padahal penggunaan normal, bisa jadi aplikasi tersebut berjalan di latar belakang untuk aktivitas tersembunyi.
Kaspersky menjelaskan bahwa malware sering dirancang untuk tetap aktif agar dapat mengumpulkan data pengguna, sehingga berdampak pada baterai.
2. Penggunaan Data Internet yang Meningkat Tajam
Jika kuota data tiba-tiba cepat habis, aplikasi mencurigakan bisa menjadi penyebabnya. Beberapa aplikasi berbahaya menggunakan data untuk mengirim informasi ke server pihak ketiga.
Menurut McAfee, aplikasi dengan malware jenis spyware biasanya berkomunikasi secara diam-diam dengan server peretas melalui internet.
3. Iklan Pop-up yang Mengganggu
Aplikasi yang menampilkan iklan pop-up berlebihan bahkan di luar aplikasi itu sendiri bisa menjadi tanda adanya adware. Norton menegaskan bahwa adware tidak hanya mengganggu, tetapi juga bisa mengarahkan pengguna ke situs berbahaya yang penuh dengan malware.
4. Meminta Izin Akses yang Tidak Masuk Akal
Aplikasi yang meminta izin akses terlalu banyak, seperti kontak, lokasi, atau mikrofon padahal tidak relevan dengan fungsi utama aplikasi, patut dicurigai. Google Safety Center menekankan bahwa aplikasi berbahaya sering menggunakan izin berlebihan untuk mencuri data pribadi.
5. Performa HP Menjadi Lemot Tanpa Alasan
Jika smartphone android terasa lambat setelah menginstal aplikasi tertentu, bisa jadi aplikasi tersebut menjalankan proses tersembunyi di background. Trend Micro menemukan bahwa aplikasi berbahaya sering kali mengeksekusi script tersembunyi yang menghabiskan RAM dan CPU.
6. Aplikasi Tidak Memiliki Pengembang yang Jelas
Sebelum menginstal, sebaiknya cek identitas pengembang aplikasi. Aplikasi yang tidak mencantumkan informasi jelas tentang developer atau memiliki ulasan palsu patut dicurigai. Sophos menyebutkan bahwa banyak aplikasi berbahaya menggunakan nama pengembang generik untuk menghindari deteksi.
7. Muncul Aplikasi Baru yang Tidak Pernah Diinstal
Jika tiba-tiba ada aplikasi yang muncul tanpa pernah diunduh, ini bisa menjadi tanda adanya trojan atau malware lain yang menginstal aplikasi tambahan secara otomatis. Avast memperingatkan bahwa hal ini berbahaya karena aplikasi tersebut sering kali membuka celah keamanan baru pada perangkat.
Baca juga: Tips Memilih Aplikasi Password Manager yang Terpercaya
(NDA)
