Ciri-Ciri Awan Mammatus Sebelum Badai yang Bisa Dikenali

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awan mammatus adalah salah satu formasi awan yang tidak biasa. Kemunculan fenomena alam ini sering dikaitkan sebagai pertanda akan datangnya badai besar. Ciri-ciri awan mammatus sebelum badai bisa dikenali lewat bentuk yang khas berupa tonjolan atau kantong yang menggantung di dasar awan. Kantong-kantong tersebut terbentuk ketika udara dingin di dalam awan bergerak turun ke arah bumi. Untuk lebih jelasnya, simak uraian lengkap mengenai karakteristik awan mammatus.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Bentuk Menggantung Seperti Kantong
Awan mammatus mudah dikenali dari bentuknya yang khas. Menurut laman NOAA SciJinks, awan ini terlihat seperti deretan kantong yang menggantung di bagian bawah awan. Formasi tersebut bisa bervariasi, mulai dari tonjolan bulat klasik hingga tabung yang lebih memanjang. Awan ini juga kerap digambarkan seperti lapangan bola tenis, melon, atau bahkan menyerupai bentuk payudara wanita. Nama “mammatus” sendiri berasal dari kata Latin mamma, yang berarti “ambing” atau “payudara”.
2. Warna yang Mencolok
Mengutip Severe Weather Europe, awan mammatus paling indah terlihat saat matahari berada rendah di langit dan kantung-kantungnya dibingkai oleh sinar matahari. Kontras cahaya dengan awan badai menghasilkan pemandangan yang menakjubkan. Menjelang matahari terbenam, awan mammatus sering berwarna kemerahan di langit.
3. Formasi Luas
Awan mammatus dapat membentang hingga ratusan kilometer ke segala arah, meski biasanya hanya bertahan singkat. Menurut laman EarthSky, formasi ini umumnya terlihat di langit selama 10–15 menit atau bahkan 30 menit setiap kalinya. Awan mammatus bisa muncul sebelum, selama, atau bahkan setelah badai petir parah.
4. Sebagian Besar Terdiri dari Es
Sebagian besar awan mammatus terbentuk dari partikel es, meskipun kadang berisi campuran es dan air cair, atau bahkan hampir seluruhnya air cair. Walaupun umumnya muncul di awan penghasil hujan, mammatus juga bisa terbentuk pada jenis awan lain meski jarang terjadi.
5. Cara Terbentuknya Awan Mammatus
Mammatus biasanya terbentuk di dasar awan cumulonimbus, tetapi bisa juga terlihat pada stratocumulus, altostratus, atau altocumulus. Mengutip laman Met Office, turbulensi di dalam awan cumulonimbus menyebabkan bagian bawahnya menjorok ke bawah. Aliran udara yang turun ini membalik pola pembentukan awan, yang biasanya ke atas. Awan mammatus terbentuk oleh aliran udara yang turun dari landasan yang terbentuk. Proses ini menghasilkan dasar awan yang tidak rata.
6. Cuaca yang Terkait dengan Awan Mammatus
Kemunculan awan mammatus sering dikaitkan dengan cuaca buruk. Formasi ini biasanya muncul di awan cumulonimbus yang sangat tidak stabil, sehingga berpotensi menghadirkan hujan deras, hujan es, hingga sambaran petir. Pada musim dingin, awan mammatus bahkan bisa menghasilkan salju. Selain itu, fenomena ini juga pernah diamati muncul bersama abu vulkanik saat terjadi letusan gunung.
Baca Juga: Ciri-Ciri Tornado Mini (Gustnado) yang Berbahaya untuk Diwaspadai
(SA)
