Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Bioma Tundra: Dari Beriklim Dingin hingga Keanekaragaman Rendah

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bioma tundra. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bioma tundra. Foto: Unsplash

Bioma tundra adalah ekosistem khas yang terbentang luas dengan permukaan berupa dataran tanpa pepohonan besar. Ciri-ciri bioma tundra ini banyak ditemukan di sekitar Kutub Utara dan sebagian kecil di Kutub Selatan. Kondisinya yang ekstrem membuat hanya spesies tertentu yang mampu bertahan hidup di dalamnya. Simak penjelasan lengkap mengenai karaktersitik bioma tundra dan jenis-jenisnya.

Daftar isi

1. Iklim yang Sangat Dingin

Tundra berada di wilayah beriklim dingin dengan sebagian besar areanya tertutup salju atau es. Menurut laman University of California Museum of Paleontology, suhu rata-rata musim dingin bisa mencapai -34°C, sementara pada musim panas hanya berkisar 3–12°C.

2. Keanekaragaman Hayati yang Rendah

Jika dibandingkan dengan bioma lain, tundra memiliki keanekaragaman hayati yang rendah. Vegetasi pepohonan hampir tidak ada, dan jenis tumbuhan yang mendominasi hanyalah rumput serta semak pendek. Sementara itu, berdasarkanlaman Churchill Northern Studies Centre, beberapa contoh fauna yang hidup di tundra meliputi:

  • Mamalia: Rubah Arktik, beruang kutub, kambing gunung, kelinci, musk ox (bison berbulu tebal), serta reindeer atau caribou (rusa kutub). Hewan-hewan ini beradaptasi dengan bulu tebal, lapisan lemak, dan perilaku khusus seperti migrasi serta hibernasi.

  • Burung: Burung hantu salju, burung elang, dan beberapa jenis burung khas tundra lainnya.

  • Serangga: Nyamuk, lalat hitam, belalang, kupu-kupu, hingga lebah Arktik.

3. Struktur Vegetasi yang Sederhana

Vegetasi di tundra tergolong sederhana, hanya terdiri dari semak pendek, rerumputan, kerak, lumut, dan alga. Menurut laman Alaska Fish and Game, keterbatasan vegetasi disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Musim tanam yang sangat singkat.

  • Angin kencang yang terus-menerus mengikis jaringan tanaman.

  • Adanya permafrost, yaitu lapisan tanah beku permanen yang menghalangi akar menembus ke dalam tanah.

  • Suhu tanah dingin yang memperlambat dekomposisi dan siklus hara..

4. Sangat Sedikit Curah Hujan Tahunan

Menurut laman NASA Earth Observatory, tundra hanya menerima curah hujan sekitar 150–250 mm per tahun, setara dengan 6–10 inci. Jumlah ini mirip dengan wilayah gurun, hanya saja di tundra presipitasi lebih banyak turun dalam bentuk salju.

5. Musim Tanam yang Pendek

Musim panas di tundra berlangsung singkat, hanya sekitar tiga bulan. Pada periode inilah salju mencair, lapisan tanah bagian atas mulai melunak, dan vegetasi bisa tumbuh. Masa ini menjadi waktu penting bagi tumbuhan dan hewan untuk berkembang biak serta menyimpan cadangan energi.

6. Energi dan Nutrisi dalam Bentuk Bahan Organik Mati

Sebagian besar energi dan nutrisi di tundra berasal dari bahan organik mati. Proses daur ulang unsur hara berlangsung lambat karena suhu rendah menghambat dekomposisi.

7. Jenis-Jenis Bioma Tundra

Mengutip laman Treehugger, tundra dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu

  • Tundra Arktik: Terletak di antara Kutub Utara dan hutan konifer atau wilayah taiga. Dicirikan oleh suhu yang sangat dingin dan lapisan tanah yang membeku sepanjang tahun.

  • Tundra Alpen: Ditemukan di dataran tinggi pegunungan di seluruh dunia, termasuk wilayah tropis. Meskipun tidak membeku seperti tundra Arktik, area ini tetap tertutup salju hampir sepanjang tahun.

Baca Juga: Ciri-Ciri Hujan Lokal vs Hujan Frontal yang Bisa Diperhatikan

(SA)