Ciri-Ciri Bunga Melati dari Batang, Daun, Kelopak hingga Pertumbuhannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daya tarik bunga melati terletak pada warna putihnya yang elegan dan aroma harumnya yang khas. Selain ciri-ciri bunga melati secara fisik yang memukau, bunga ini juga memiliki manfaat terapeutik sehingga kerap dimanfaatkan dalam parfum, sabun, hingga berbagai produk kosmetik. Untuk mengenalinya lebih dalam, simak karakteristik bunga melati dari berbagai bagiannya, termasuk batang, daun, hingga varietasnya yang paling umum.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Ciri-Ciri Batang Bunga Melati
Mengutip laman World of Plants, melati tumbuh sebagai semak atau tanaman merambat dengan batang berkayu. Tingginya dapat mencapai hingga 8 meter. Batangnya bercabang banyak, menghasilkan daun-daun hijau yang tersusun berhadapan, dengan bentuk anak daun yang runcing.
2. Ciri-ciri Daun Bunga Melati
Daun melati berbentuk majemuk dengan banyak helaian kecil yang runcing dan oval. Susunannya berhadapan pada batang, dengan permukaan daun berwarna hijau mengkilap. Helaian daunnya gundul dan memiliki warna hijau tua yang khas.
3. Ciri-ciri Kelopak Bunga Melati
Mengutip Flora & Fauna Web, kelopak bunga melati memiliki keindahan tersendiri dengan ciri-ciri berikut:
Bentuk bunga bervariasi, mulai dari kecil hingga besar.
Warna bunga bisa putih, kuning, atau merah muda.
Kelopak berbentuk tabung, berlobus, atau menyerupai kipas.
Bunga biasanya mekar di pagi hari, meski kandungan minyaknya mulai berkurang seiring waktu.
Kuncup bunga berwarna merah muda, dengan pembentukan bunga dipengaruhi suhu siang yang tinggi dan malam yang rendah.
Aromanya sangat harum, terutama ketika malam hari.
4. Ciri-ciri Pertumbuhan Bunga Melati
Menurut Silverstone Gardening, melati tergolong tanaman tropis yang mudah dibudidayakan. Ciri pertumbuhannya antara lain:
Tumbuh subur di tanah sedikit asam dengan drainase baik.
Cocok ditanam di pot maupun langsung di tanah, sehingga cocok untuk taman, balkon, maupun teras.
Membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 4–6 jam per hari, meski tetap bisa tumbuh di tempat teduh.
Tanaman ini sensitif terhadap kondisi cuaca ekstrem dan lebih menyukai suhu sedang.
Lebih menyukai tanah gembur dengan kondisi tidak terlalu ekstrem.
Dapat hidup di berbagai jenis tanah, termasuk berpasir, lempung, maupun liat.
5. Jenis-Jenis Bunga Melati
Bunga melati termasuk dalam keluarga Oleaceae dan memiliki lebih dari 200 spesies yang tersebar di berbagai belahan dunia. Dalam laman Your Homify disebutkan berikut beberapa jenis bunga melati.
Jasminum officinale (melati biasa): dikenal dengan aroma memabukkan yang mampu menarik kupu-kupu dan lebah.
Jasminum polyanthum (melati merah muda): tanaman merambat dengan kuncup merah muda yang mekar menjadi bunga putih harum.
Jasminum sambac (melati arab): bunga kecil, putih, dan harum, serta sering digunakan dalam parfum dan campuran teh.
Night blooming jasmine: mekar di malam hari dengan aroma kuat, tumbuh baik di iklim hangat.
Showy jasmine: memiliki bunga berwarna kuning cerah dan membutuhkan banyak sinar matahari.
Winter jasmine: bunganya berwarna kuning, muncul di akhir musim dingin, tumbuh sebagai semak lebar 1–2 meter, tetapi tidak beraroma harum.
Baca Juga: Apa Itu Zero Waste Lifestyle: Gaya Hidup Tanpa Sampah untuk Bumi Lebih Sehat
(SA)
