Ciri-Ciri Gaya Gesek dalam Aktivitas Sehari-hari yang Umum

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya gesek adalah gaya yang muncul akibat adanya gesekan antara dua permukaan dengan arah berlawanan terhadap gerak benda. Ciri-ciri gaya gesek dalam aktivitas sehari-hari dapat diamati dari berbagai peristiwa sederhana, mulai dari berjalan hingga mengerem kendaraan. Gaya ini memiliki peranan penting dalam membantu maupun menghambat gerakan suatu benda. Simak penjelasan lengkap berikut untuk memahami sifat-sifat gaya gesek yang umum terjadi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Arah Gaya Gesek Berlawanan dengan Arah Gerak Benda
Menurut laman GeeksforGeeks, salah satu ciri utama gaya gesek adalah arahnya yang selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Karena itu, gaya gesek berfungsi menghambat gerakan benda. Misalnya, pada sistem pengereman mobil, rem menimbulkan gaya gesek antara kampas dan roda sehingga menghentikan laju kendaraan.
2. Besarnya Gaya Gesek Dipengaruhi oleh Kekasaran Permukaan
Besar kecilnya gaya gesek dipengaruhi oleh tingkat kekasaran permukaan benda yang saling bersentuhan. Dalam buku IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika) oleh Djoko Arisworo dkk dijelaskan:
Semakin kasar permukaan, semakin besar gaya geseknya, sehingga benda lebih sulit bergerak.
Sebaliknya, semakin halus permukaan, semakin kecil gaya geseknya, dan benda lebih mudah bergerak.
3. Gaya Gesek Dapat Diperbesar atau Diperkecil Sesuai Kebutuhan
Gaya gesek dapat diatur besar kecilnya sesuai kebutuhan aktivitas manusia. Dalam beberapa kondisi, gaya gesek perlu diperbesar agar tidak tergelincir, sedangkan pada kondisi lain, gaya gesek justru harus diperkecil agar benda dapat bergerak lebih efisien.
Cara memperkecil gaya gesek: Menggunakan pelumas, membuat permukaan benda lebih halus, dan mengubah bentuk benda menjadi lebih ramping.
Cara memperbesar gaya gesek: Membuat permukaan lebih kasar, melapisi benda dengan karet, menambahkan alur atau pola pada permukaan, mengubah bentuk benda menjadi lembaran.
4. Gaya Gesek Dapat Mengubah Energi Gerak Menjadi Panas
Menurut laman Science Facts, gaya gesek juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan panas pada titik kontak. Contohnya, ketika menggosokkan kedua telapak tangan dengan cepat, nantinya akan muncul rasa hangat. Rasa panas itu berasal dari energi gerak yang berubah menjadi panas karena adanya gesekan antar kulit tangan.
5. Jenis-Jenis Gaya Gesek
Dalam buku Fisika Kelompok Teknologi oleh Osa Pauliza, gaya gesek dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.
Gaya Gesek Statis: Terjadi ketika dua permukaan bersentuhan, namun benda masih dalam keadaan diam. Gaya gesek statis meningkat seiring besarnya gaya dorong yang diberikan. Contohnya, gaya yang membuat seseorang tidak tergelincir saat berjalan, atau saat mendorong meja berat yang belum bergerak.
Gaya Gesek Kinetis: Bekerja pada benda yang sudah bergerak di atas suatu permukaan. Gaya ini biasanya lebih kecil daripada gaya gesek statis. Contohnya, gaya yang bekerja pada pemain ski saat meluncur di salju, atau mobil yang tergelincir di jalan basah.
Baca Juga: Macam-Macam Pesawat Sederhana dan Contohnya Sehari-hari
(SA)
