Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Organisme Ekstremofil dan Habitatnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri organisme ekstremofil dan habitatnya. Foto; Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri organisme ekstremofil dan habitatnya. Foto; Unsplash

Organisme yang mampu hidup di lingkungan sangat ekstrem disebut sebagai ekstremofil. Ada banyak jenis ekstremofil dengan kemampuan beradaptasi berbeda, masing-masing sesuai dengan lingkungan tempat mereka berkembang. Artikel ini akan membahas ciri-ciri organisme ekstremofil dan habitatnya yang mereka tempati.

1. Mengenal Organisme Ekstremofil

Ekstremofil adalah organisme yang mampu tumbuh di kondisi ekstrem, baik secara fisik maupun geokimia. Lingkungan ini mencakup suhu ekstrem, tekanan tinggi, radiasi, salinitas, pH, keberadaan senyawa racun, dan ketersedian air terbatas.

Istilah ekstremofil berasal dari bahasa Latin extremus yang berarti "ekstrem" dan bahasa Yunani philos yang berarti "pencinta", yang secara harfiah disebut “pencinta kondisi ekstrem”. Untuk bertahan hidup, ekstremofil mengembangkan berbagai strategi adaptasi di tingkat molekuler, seluler, fisiologis, hingga genetik.

2. Ciri-ciri Organisme Ekstremofil

Menurut buku Biologi karya Diah Aryulina dkk., organisme ekstremofil memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan mereka dari organisme biasa, antara lain:

  • Bersifat uniseluler dan prokariotik.

  • Memiliki dinding sel dari polisakarida dan protein non-peptidoglikan.

  • Mampu hidup di lingkungan yang sangat ekstrem.

  • Bereproduksi melalui pembelahan diri, bertunas, atau fragmentasi.

3. Habitat Organisme Ekstremofil

Habitat ekstremofil sangat beragam dan sering kali dianggap tidak mungkin dihuni makhluk hidup. Mengutip buku Mikrobiologi Lingkungan oleh Yuli Siti Fatma dkk, beberapa habitat yang paling sering menjadi tempat hidup ekstremofil antara lain:

  • Sumber air panas: Ditempati termofil, misalnya Sulfolobus yang hidup di sumber mata air panas di Cekungan Norris Geyser, National Park Yellow Stone, Amerika Serikat.

  • Lingkungan dingin ekstrem: Dihuni psikrofil, seperti Pseudoalteromonas dan Penicillium. Ditemukan di daerah kutub, pegunungan, hingga laut dalam.

  • Lingkungan asam atau basa: Ditempati alkalifil, yang tumbuh tumbuh di lingkungan alkalin dengan pH 8 atau lebih tinggi seperti danau soda dan tanah yang kaya karbonat . Sebaliknya, asidofil lebih memilih kondisi asam dengan pH di bawah 3.

  • Laut dalam bertekanan tinggi: Dihuni piezofil (barofil), misalnya Shewanella, Methanococcus, Pyrococcus, dan Moritella. Mereka sering ditemukan di samudera atau laut dalam.

  • Area radiasi tinggi: Ditinggali radiofil, contohnya Deinococcus radiodurans. Mereka mampu bertahan hidup di lingkungan tinggi radiasi ion dan ultraviolet.

  • Lingkungan sangat kering: Ditempati xerofil dari kelompok bakteri, jamur, dan alga tertentu.

  • Lingkungan kaya logam: Dihuni metalofil yang tahan logam beracun dari limbah industri.

  • Lingkungan asin: Tempat hidup halofil, misalnya Halococcus dan Halobacterium. Organisme ini banyak dijumpai di rawa garam, danau garam, dan laut mati.

  • Lingkungan rendah oksigen: Ditinggali oleh mikroaerofil berkat enzim yang membuatnya tahan menghadapi kondisi minim oksigen. Contohnya: Campylobacter jejuni dan Helicobater pylori.

Baca Juga: Cara Kerja Wifi dalam Mengubah Data Menjadi Sinyal

(SA)