Ciri-Ciri Pencemaran Air di Sungai dan Danau yang Bisa Diperhatikan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencemaran air menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling serius di berbagai negara. Sungai dan danau, yang seharusnya menjadi sumber air bersih dan habitat bagi berbagai makhluk hidup, kini banyak mengalami penurunan kualitas akibat aktivitas manusia. Pembuangan limbah rumah tangga, pertanian, dan industri secara langsung ke perairan menyebabkan perubahan besar pada karakteristik air. Artikel ini akan menjelaskan beberapa ciri-ciri pencemaran air di sungai dan danau yang dapat kamu perhatikan sebelum menggunakannya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Perubahan Warna, Bau, dan Kekeruhan Air
Salah satu tanda paling mudah dikenali dari pencemaran air adalah perubahan warna dan tingkat kejernihan. Air bersih normalnya jernih dan tidak berbau. Namun, ketika air berubah menjadi keruh, kehijauan, kecokelatan, atau kehitaman, itu menandakan adanya kontaminan seperti lumpur, limbah organik, atau bahan kimia.
Menurut penelitian dari Journal of Water and Health, perubahan warna air biasanya disebabkan oleh pertumbuhan alga berlebih akibat tingginya kandungan nutrien seperti fosfat dan nitrat dari pupuk pertanian. Selain itu, bau menyengat seperti bau busuk atau amis juga sering muncul karena adanya pembusukan zat organik oleh bakteri anaerob di dalam air yang kekurangan oksigen.
Kekeruhan tinggi tidak hanya mempengaruhi estetika air, tetapi juga menurunkan penetrasi cahaya matahari ke dalam air, yang pada akhirnya menghambat proses fotosintesis organisme akuatik seperti fitoplankton.
2. Timbulnya Lapisan Minyak atau Buih di Permukaan Air
Ciri lain dari pencemaran air di sungai dan danau adalah munculnya lapisan minyak atau buih yang tidak biasa di permukaannya. Lapisan minyak biasanya berasal dari tumpahan bahan bakar, pelumas, atau limbah industri yang mengandung hidrokarbon.
Menurut Environmental Science & Technology Journal, keberadaan minyak di permukaan air dapat mengganggu pertukaran oksigen antara udara dan air. Hal ini menyebabkan kadar oksigen terlarut menurun dan mengancam kelangsungan hidup ikan serta organisme air lainnya.
Sementara buih yang muncul secara berlebihan, terutama di dekat pembuangan limbah, sering kali disebabkan oleh sisa detergen rumah tangga atau bahan pembersih industri. Buih ini mengandung surfaktan yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan dalam jangka panjang.
3. Menurunnya Jumlah dan Keanekaragaman Biota Air
Sungai dan danau yang sehat biasanya memiliki keanekaragaman hayati tinggi, seperti ikan, udang, plankton, dan tanaman air. Namun, saat air tercemar, populasi organisme tersebut mulai menurun.
Penelitian dari Science of the Total Environment menyebutkan bahwa penurunan kadar oksigen terlarut (DO - Dissolved Oxygen) menjadi penyebab utama kematian massal ikan. Kandungan logam berat seperti merkuri dan timbal juga dapat terakumulasi di tubuh organisme air, menyebabkan bioakumulasi yang membahayakan rantai makanan.
Selain itu, tumbuhan air seperti eceng gondok cenderung tumbuh berlebihan pada perairan yang tercemar nutrien tinggi. Kondisi ini disebut eutrofikasi, yang memperparah kekurangan oksigen dan mempercepat kematian organisme air.
4. Adanya Endapan atau Lumpur Berbau di Dasar Air
Ciri-ciri pencemaran air berikutnya dapat terlihat dari dasar sungai atau danau. Ketika pencemaran terjadi dalam waktu lama, sedimen di dasar air akan mengandung endapan bahan organik dan anorganik yang membusuk. Endapan ini sering kali berbau tidak sedap dan berwarna gelap.
Menurut Environmental Monitoring and Assessment, sedimen berbau busuk menandakan adanya proses pembusukan anaerobik yang menghasilkan gas beracun seperti metana (CH₄) dan hidrogen sulfida (H₂S). Gas-gas ini tidak hanya merusak ekosistem air, tetapi juga bisa mengancam kesehatan manusia yang tinggal di sekitar sungai atau danau.
5. Munculnya Gangguan Kesehatan pada Masyarakat Sekitar
Ciri paling berbahaya dari pencemaran air adalah dampaknya terhadap kesehatan manusia. Warga yang menggunakan air dari sungai atau danau tercemar dapat mengalami penyakit kulit, gangguan pencernaan, hingga infeksi saluran pernapasan.
WHO mencatat bahwa lebih dari 1,7 juta kematian setiap tahun di dunia disebabkan oleh air yang tidak layak konsumsi. Kontaminasi bakteri seperti E. coli dan Salmonella sering ditemukan di air yang terkontaminasi limbah manusia atau hewan. Selain itu, bahan kimia seperti arsenik dan pestisida dapat menyebabkan efek jangka panjang seperti kerusakan hati dan ginjal.
Baca Juga: Cara Terbentuknya Kerak Air di Ketel atau Dispenser Menurut Proses Kimia Alami
(NDA)
