Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Perpindahan Energi Saat Menjemur Pakaian di Bawah Sinar Matahari

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menjemur pakaian. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menjemur pakaian. Foto: Unsplash

Menjemur pakaian merupakan contoh sederhana dari proses perpindahan energi yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Saat pakaian basah dijemur di bawah sinar matahari, energi panas mengubah air dari bentuk cair menjadi uap. Selain itu, udara juga membantu mengalirkan uap air agar pakaian bisa kering. Ciri-ciri perpindahan energi saat menjemur pakaian dapat dilihat dari bagaimana panas matahari hingga udara berperan dalam mempercepat proses pengeringan. Simak uraian selengkapnya pada penjelasan yang disajikan di bawah ini.

Daftar isi

1. Terjadinya Peningkatan Suhu pada Pakaian

Ciri paling mudah dikenali dari perpindahan energi saat menjemur pakaian adalah meningkatnya suhu pada kain. Ketika sinar matahari mengenai permukaan pakaian, energi panas berpindah dalam bentuk radiasi. Menurut penjelasan dari laman West Texas A&M University, semakin banyak panas yang diterima, semakin cepat pakaian mengering. Panas tersebut memberikan energi tambahan pada molekul air untuk memutus ikatan antarmolekul, dan mengubahnya menjadi uap.

2. Terjadinya Penguapan Air dari Serat Kain

Ciri berikutnya adalah adanya penguapan air (evaporasi) dari serat kain. Proses ini terjadi karena perpindahan energi panas dari matahari ke molekul air dalam pakaian. Mengutip Royal Meteorological Society, jumlah energi yang dimiliki molekul air bergantung pada suhu lingkungan:

  • Semakin tinggi suhu, semakin banyak molekul yang berenergi tinggi sehingga penguapan berlangsung lebih cepat. Molekul air yang sebelumnya berada dalam bentuk cair berubah menjadi uap air.

  • Seiring penurunan suhu, semakin sedikit energi yang tersedia dalam molekul air sehingga proses penguapan melambat. Meski demikian, selama udara cukup kering, penguapan tetap terjadi walaupun suhu rendah, hanya saja prosesnya berjalan lebih lambat.

3. Perubahan Energi Cahaya Menjadi Energi Panas

Selain panas, sinar matahari juga membawa energi cahaya yang dapat berubah menjadi panas ketika diserap oleh kain. Proses konversi energi ini membantu mempercepat pengeringan pakaian. Pakaian berwarna gelap lebih cepat kering karena menyerap lebih banyak cahaya dibanding warna terang yang memantulkan sebagian besar sinar matahari. Oleh karena itu, pastikan pakaian berwarna terang dijemur di area yang paling terkena sinar matahari langsung agar proses pengeringannya lebih cepat.

4. Perpindahan Energi Melalui Udara Sekitar

Menurut laman MetService Blog, perpindahan energi juga terjadi melalui udara di sekitar pakaian. Saat udara di sekitar pakaian memanas, proses ini membantu mempercepat penguapan air. Selain itu, angin juga turut berkontribusi pada pengeringan pakaian. Hal ini karena aliran udara bergerak membawa uap air menjauh dari kain dan digantikan dengan udara baru yang lebih kering. Semakin kencang angin bertiup, semakin cepat pakaian menjadi kering.

Baca Juga: Cara Kerja Setrika Listrik dalam Menghantarkan Panas

(SA)