Ciri-Ciri Proses Osmosis dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan dengan konsentrasi rendah menuju larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi melalui membran semipermeabel. Ciri-ciri proses osmosis dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat pada berbagai peristiwa sederhana. Simak penjelasan seputar karakteristik osmosis selengkapnya pada artikel berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Melibatkan Membran Semipermeabel
Osmosis selalu berlangsung melalui membran semipermeabel. Menurut buku Cerdas Belajar Kimia oleh Nana Sutresna, membran semipermeabel memiliki pori-pori yang dapat dilalui oleh molekul tertentu, tetapi tidak bisa dilewati oleh molekul lainnya. Contohnya:
Dinding sel tumbuhan dan hewan yang memungkinkan air keluar dan masuk.
Usus manusia yang menyerap nutrisi dan mineral melalui osmosis.
Desalinasi air laut, ketika air laut dipaksa melewati membran semipermeabel untuk menghasilkan air tawar.
2. Perpindahan Larutan dari Konsenterasi Rendah ke Tinggi
Ciri lain dari osmosis adalah perpindahan pelarut dari larutan dengan konsentrasi rendah menuju larutan yang lebih pekat. Akibat perpindahan ini, volume larutan pekat bertambah sedangkan larutan encer berkurang. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan tekanan pada membran. Contohnya:
Sel tumbuhan: Akar menyerap air dari tanah melalui osmosis. Air bergerak dari konsentrasi tinggi di tanah menuju konsentrasi lebih rendah di dalam akar.
Kismis dalam air: Kismis kering akan mengembang ketika direndam, karena air masuk ke dalam sel kismis yang memiliki konsentrasi lebih tinggi.
3. Mengubah Bentuk dan Volume Sel
Osmosis dapat memengaruhi ukuran dan bentuk sel karena adanya perpindahan air. Jika sel berada dalam larutan dengan konsentrasi air lebih tinggi, air masuk sehingga sel menjadi tegang (turgid). Sebaliknya, jika larutan lebih pekat, air keluar dan sel menyusut (plasmolisis). Dalam buku Teori Dasar dan Implementasi Perkembangan Biologi Sel dan Molekuler oleh Anna Yuliana dan Mochamad Fathurohman dijelaskan berikut contohnya:
Sel darah merah: Dalam larutan hipotonik, sel darah merah bisa membengkak (lisis). Dalam larutan hipertonik, sel akan menyusut (krenasi).
Menaburi garam pada siput/bekicot: Air keluar dari tubuh siput untuk menyeimbangkan konsentrasi garam, sehingga siput kehilangan cairan dan akhirnya bisa mati jika garam terlalu banyak.
4. Mempertahankan Keseimbangan Cairan
Osmosis juga berperan penting dalam menjaga kestabilan cairan pada tubuh makhluk hidup. Dalam buku Kimia Analisa oleh Ummi Kalsum dan Marhaini disebutkan bahwa osmosis membantu mengatur volume cairan serta membuang zat yang tidak dibutuhkan. Contoh penerapannya:
Ginjal: Mengatur pembuangan limbah dan zat beracun sekaligus menyerap kembali air yang dibutuhkan tubuh.
Dialisis: Pada pasien gagal ginjal, proses dialisis memanfaatkan prinsip osmosis melalui membran dialiser untuk menyaring limbah dari darah.
Pengolahan limbah industri: Osmosis digunakan untuk menyaring kontaminan dalam limbah cair sehingga lebih aman sebelum dibuang.
Baca Juga: Sifat Fisika Tanah yang Penting bagi Pertanian dan Lingkungan
(SA)
