Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Proses Pembiasan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pelangi dari hasil pembiasan cahaya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelangi dari hasil pembiasan cahaya. Foto: Pexels

Pembiasan cahaya merupakan salah satu fenomena optik yang sering kita jumpai tanpa disadari. Proses ini terjadi ketika cahaya melewati dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, sehingga arah rambat cahaya mengalami perubahan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak contoh pembiasan cahaya yang bisa kita amati, mulai dari sedotan yang terlihat bengkok di dalam gelas berisi air, pelangi di langit, hingga lensa kacamata yang membantu penglihatan. Untuk memahami fenomena ini lebih baik, artikel di bawah ini akan menguraikan ciri-ciri proses pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dikenali.

Daftar isi

1. Perubahan Arah Cahaya saat Melewati Dua Medium

Ciri paling jelas dari pembiasan adalah perubahan arah cahaya ketika melewati medium yang berbeda, misalnya dari udara ke air. Cahaya tampak “berbelok” karena kecepatannya berubah.

Contoh sederhananya adalah saat kita melihat pensil yang dicelupkan ke dalam air, pensil tersebut tampak patah atau bengkok di permukaan air.

Menurut Encyclopedia Britannica, fenomena ini terjadi akibat hukum Snellius yang menjelaskan hubungan antara sudut datang dan sudut bias cahaya.

2. Perubahan Ukuran atau Posisi Benda yang Dilihat

Selain arah, pembiasan cahaya juga menyebabkan benda tampak berbeda ukurannya atau posisinya. Misalnya, dasar kolam terlihat lebih dangkal dari kedalaman sebenarnya.

Hal ini karena cahaya dari dasar kolam dibiaskan ketika menuju mata kita, sehingga otak menafsirkan posisi benda lebih dekat dari kenyataan.

National Optical Astronomy Observatory (NOAO) menjelaskan bahwa fenomena ini umum terjadi dalam pengamatan optik, termasuk dalam lensa mikroskop dan teleskop.

3. Terbentuknya Pelangi setelah Hujan

Pelangi adalah salah satu contoh alami pembiasan yang paling indah. Fenomena ini muncul ketika cahaya matahari melewati butiran air di udara. Cahaya putih matahari mengalami pembiasan sekaligus dispersi, sehingga terurai menjadi spektrum warna.

Menurut NASA Earth Science, butir air berperan sebagai prisma kecil yang membelokkan cahaya dengan sudut berbeda, menghasilkan warna pelangi yang berurutan dari merah hingga ungu.

4. Peran Lensa dalam Membantu Penglihatan

Kacamata, mikroskop, dan kamera bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya. Lensa pada alat-alat tersebut mengatur arah cahaya agar jatuh tepat di retina atau sensor.

Misalnya, kacamata minus membantu penderita rabun jauh dengan membiaskan cahaya agar fokus tepat di retina. American Academy of Ophthalmology (AAO) menegaskan bahwa lensa korektif adalah aplikasi nyata dari pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari yang membantu jutaan orang melihat lebih jelas.

5. Ilusi Optik di Jalan Beraspal Panas

Fenomena fatamorgana juga merupakan contoh pembiasan cahaya. Ketika udara dekat permukaan jalan lebih panas daripada lapisan udara di atasnya, cahaya dari langit dibelokkan sehingga terlihat seperti ada genangan air di kejauhan.

Physics Classroom menjelaskan bahwa ini adalah hasil dari gradien suhu udara yang menyebabkan variasi indeks bias, sehingga cahaya tidak lagi bergerak lurus.

6. Penggunaan Prisma dalam Kehidupan Sehari-hari

Prisma kaca yang digunakan dalam laboratorium atau alat optik juga memperlihatkan ciri khas pembiasan. Ketika cahaya masuk ke dalam prisma, arahnya berubah dua kali, yakni saat masuk dan keluar. Efek ini dapat dimanfaatkan untuk mengurai cahaya putih menjadi warna-warna penyusunnya, serupa dengan pelangi.

Optical Society of America (OSA) menyebutkan bahwa prisma merupakan salah satu bukti sederhana tetapi penting dari pembiasan yang digunakan untuk mempelajari sifat cahaya.

Baca juga: Ciri-Ciri Proses Fotosintesis pada Daun Sehat yang Dapat Dikenali

(NDA)