Ciri-ciri Reptil Dilihat dari Fisik, Pola Hidup, dan Perkembangbiakannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reptil merupakan kelompok hewan vertebrata yang memiliki ciri khas unik dan mudah dikenali dibandingkan kelas hewan lainnya. Hewan ini dapat ditemukan di berbagai lingkungan, baik darat maupun perairan. Ciri-ciri reptil dapat dikenali melalui ciri fisik, cara bernapas, cara hidup, hingga pola berkembang biaknya. Untuk membantu memahami reptil dengan lebih jelas, berikut beberapa karakteristik utama yang dimiliki reptil.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Berdarah Dingin (Ektoterm)
Salah satu ciri utama reptil adalah bersifat berdarah dingin. Artinya, reptil tidak mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri secara internal seperti mamalia. Oleh karena itu, reptil bersifat ektoterm, yaitu sangat bergantung pada suhu lingkungan di sekitarnya untuk mengontrol suhu tubuh.
Sebagai contoh, reptil sering berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan suhu tubuh, atau berendam di air dan mencari tempat teduh saat suhu lingkungan terlalu panas.
2. Memiliki Kulit Bersisik
Reptil memiliki ciri fisik lain berupa kulit kering yang ditutupi sisik. Menurut laman Britannica, sisik reptil mengandung keratin yang berfungsi melindungi tubuh dari kehilangan air dan cedera akibat serangan predator. Sisik-sisik tersebut terbentuk dari lapisan epidermis. Selain itu, reptil juga mengalami proses pergantian kulit secara berkala untuk mendukung pertumbuhan serta membantu menghilangkan parasit yang menempel pada kulit lama.
3. Bertelur atau Bertelur-Melahirkan
Sebagian besar reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Berdasarkan laman GeeksForGeeks, telur reptil memiliki cangkang yang lunak namun kuat, sehingga mampu melindungi embrio sekaligus menjaga kelembapan selama masa perkembangan.
Beberapa reptil mengerami telur dengan berbaring di atasnya, sementara yang lain menguburnya di dalam pasir hingga menetas. Namun, beberapa spesies reptil, seperti jenis ular tertentu, telah berkembang menjadi vivipar, yaitu melahirkan anak secara langsung. Pada kondisi ini, telur menetas di dalam tubuh induknya.
4. Bernapas dengan Paru-paru
Semua reptil bernapas menggunakan paru-paru sepanjang siklus hidupnya. Hal ini berbeda dengan amfibi yang dapat menggunakan insang atau kulit pada fase awal kehidupannya. Ketergantungan reptil pada paru-paru memungkinkan penyerapan oksigen yang lebih efisien.
5. Mengalami Brumasi
Berdasarkan laman Biology LibreTexts, beberapa jenis reptil mengalami brumasi, yaitu periode tidak aktif yang terjadi saat cuaca dingin. Selama brumasi, reptil akan berhenti makan dan mengalami penurunan metabolisme. Brumasi mirip dengan hibernasi, namun keduanya berbeda. Brumasi khusus terjadi pada hewan berdarah dingin seperti reptil.
6. Jenis-jenis Reptil
Menurut laman Animal Pedia, reptil diklasifikasikan ke dalam empat ordo utama, yaitu:
Squamata: Kelompok ini meliputi kadal, ular, dan amphisbaenia. Anggota Squamata mampu menempati hampir seluruh habitat darat dan juga banyak habitat perairan di berbagai belahan dunia.
Testudines: Mencakup kura-kura dan penyu. Kelompok ini dicirikan oleh adanya cangkang keras dari tulang yang berfungsi sebagai perlindungan diri dari predator.
Crocodilia: Mencakup aligator, buaya, kaiman, dan gharial. Kelompok ini memiliki tubuh yang kuat dan ditutupi kulit bersisik tebal.
Rhynchocephalia: Ordo ini hanya mencakup satu spesies hidup dari satu genus, yaitu Sphenodon, yang lebih dikenal sebagai tuatara. Spesies ini endemik di beberapa pulau lepas pantai Selandia Baru.
Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Burung Pemangsa, Kelompok Pemburu yang Luar Biasa
(SA)
