Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Sampah Organik yang Ramah Lingkungan dan Mengandung Nutrisi Alami

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sampah organik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampah organik. Foto: Unsplash

Sampah organik adalah jenis sampah yang berasal dari alam dan dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Ciri-ciri sampah organik umumnya terlihat dari sumbernya yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Biasanya, limbah organik meliputi sisa makanan, dedaunan, ranting, hingga berbagai bahan alami lainnya. Untuk memahami lebih jelas, berikut pembahasan seputar karakteristik utama dari sampah organik.

Daftar isi

1. Berasal dari Makhluk Hidup

Sampah organik dihasilkan dari organisme hidup dan bisa ditemukan di banyak tempat, mulai dari dapur rumah tangga, restoran, hingga pabrik pengolahan makanan. Berdasarkan buku Problematika Kesehatan dan Lingkungan di Bumi Melayu oleh Rapotan Hasibuan dkk. dan sumber lainnya, contoh sampah organik meliputi:

  • Sisa makanan: kulit telur, buah, biji-bijian, minyak, tepung, tulang, dan sayuran.

  • Sisa tanaman: daun kering, ranting, akar, dan hasil pemangkasan lainnya.

  • Sisa bahan alami: kapas, kain dari serat alami, pakaian berbahan kulit hewan, hingga bangkai hewan.

  • Limbah kertas bekas makanan: kertas pembungkus makanan, karton, hingga handuk kertas.

  • Limbah kopi dan teh: ampas kopi, filter, serta kantong teh yang bisa dijadikan bahan kompos.

2. Mudah Membusuk

Ciri lain dari sampah organik adalah sifatnya yang mudah membusuk. Dalam waktu tertentu, sampah ini bisa hancur dengan sendirinya tanpa perlu proses tambahan. Kandungan airnya yang tinggi membuat sampah organik cepat menguap saat proses pembusukan, sehingga menjadi kering dan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

3. Dapat Terurai Secara Alami

Sampah organik terurai dengan bantuan mikroorganisme pengurai seperti bakteri dan jamur. Proses ini berlangsung alami sehingga tidak mencemari tanah. Justru, hasil penguraian bisa memperbaiki stuktur dalam tanah sehinggga membuatnya lebih subur.

4. Mengandung Nutrisi Alami

Limbah organik menyimpan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun sumber energi terbarukan. Mengutip laman City of Signal Hill, bahan organik yang tidak terurai dengan benar bisa mencemari tanah serta menghasilkan gas metana yang berbahaya untuk lingkungan, karena metana adalah salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Karena itu, daur ulang sampah organik yang tepat juga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga kelestarian sumber daya alam.

5. Berpotensi Menimbulkan Bau

Seperti disebutkan dalam buku Solusi Pengelolaan Sampah Kota oleh Chandra W. Purnomo, sampah organik biasanya menimbulkan bau menyengat. Bau ini muncul akibat adanya amonia dan asam organik volatile yang dilepaskan selama proses pembusukan.

6. Dapat Digunakan Kembali

Salah satu keunggulan sampah organik adalah mudah diolah kembali, misalnya dijadikan kompos. Menurut buku Usaha Bersama Merawat Semesta (Seven-Year Journey Toward Integral Ecology) oleh A. Prasetyadi dkk., kompos dari sampah organik memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan kandungan organik dalam tanah.

  • Memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air.

  • Mendukung pertumbuhan mikroorganisme bermanfaat di dalam tanah.

Baca Juga: Peran Tanah Bagi Kehidupan Makhluk Hidup di Bumi

(SA)