Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Tanah Longsor yang Akan Terjadi, Bisa Jadi Alarm Waspada

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
2 September 2025 14:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Ciri-Ciri Tanah Longsor yang Akan Terjadi, Bisa Jadi Alarm Waspada
Bagaimana ciri-ciri tanah longsor yang akan terjadi? Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi tanah longsor. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanah longsor. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Tanah longsor adalah bencana alam yang terjadi akibat pergerakan massa tanah atau batuan yang meluncur ke bawah lereng. Kejadiannya sering berlangsung cepat, sehingga sulit diprediksi jika tidak memahami ciri-ciri tanah longsor yang akan terjadi. Mengenali tanda-tandanya sangat penting agar lebih waspada dan mengambil langkah penyelamatan dengan tepat. Simak beberapa tanda yang perlu diperhatikan di bawah ini.
ADVERTISEMENT

1. Kemiringan Lereng Curam

Kemiringan lereng menjadi salah satu indikator utama daerah rawan longsor. Menurut buku Tanggap Bencana Alam Tanah Longsor karya Abdul Syukur, terdapat tiga tipologi lereng yang rentan mengalami pergerakan tanah:

2. Muncul Retakan Tanah pada Tebing

Retakan pada permukaan tanah di bagian atas tebing menjadi salah satu tanda paling jelas. Retakan ini biasanya disertai dengan keluarnya air dari sela-selanya. Akibatnya, kondisi ini dapat menurunkan kestabilan lereng dan memicu jatuhan atau luncuran batuan.

3. Banyak Pohon dan Tiang Listrik Miring

Menurut laman U.S. Geological Survey, kemiringan pohon, tiang listrik, atau pagar di area lereng bisa menjadi pertanda tanah longsor. Pergeseran material tanah menyebabkan kepadatan tanah berkurang, sehingga penyangga alami melemah. Kondisi ini membuat objek di atasnya ikut berubah posisi.
ADVERTISEMENT

4. Tebing Terlihat Rapuh

Jika dinding lereng terlihat rapuh atau banyak batu kecil yang sudah jatuh lebih dulu, hal ini menunjukkan struktur tanah sudah tidak solid. Kondisi seperti ini menandakan material berat di atasnya kehilangan keseimbangan, sehingga longsoran besar berpotensi terjadi.

5. Air Keluar dari Tanah secara Tiba-tiba

Munculnya air dari permukaan lereng sering dianggap sebagai mata air baru, padahal sebenarnya itu akibat tanah yang sudah kelebihan air. Menurut Ruyani dalam bukunya yang berjudul Tanah Longsor, air yang keluar mendadak biasanya disebabkan kadar air di bagian atas terlalu tinggi, sehingga mendorong air keluar melalui celah-celah tanah di tebing.

6. Amblesnya Bagian Luar atau Dalam Rumah

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah amblesnya bagian luar atau dalam rumah, terutama bagi bangunan yang berdiri di dekat tebing. Hal ini terjadi karena tanah di bawah pondasi sudah bergeser, meninggalkan celah antara pondasi dan tanah. Pondasi yang tidak mampu menahan beban bangunan akan berisiko roboh.
ADVERTISEMENT

7. Muncul Suara Tidak Biasa

Ciri lain yang sering muncul sebelum longsor adalah adanya suara-suara aneh dari arah lereng. Misalnya, suara retakan tanah, patahan kayu, benturan batu besar, atau tanah yang bergerak. Jika suara-suara ini terdengar semakin jelas, besar kemungkinan tanah di sekitar sedang mengalami pergeseran.
(SA)