Konten dari Pengguna
Dormansi Biji: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Manfaatnya bagi Tanaman
9 Januari 2026 14:03 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Dormansi biji adalah salah satu mekanisme alami yang memungkinkan biji bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang belum mendukung pertumbuhan. Fenomena ini sering dijumpai pada berbagai jenis tanaman, baik tanaman liar maupun tanaman budidaya. Melalui dormansi, biji dapat menunda proses perkecambahan hingga situasi lingkungan menjadi lebih ideal. Untuk lebih mengenal apa itu dormansi biji, simak uraian di bawah ini hingga tuntas.
ADVERTISEMENT
Pengertian Dormansi Biji
Dormansi biji adalah kondisi ketika biji yang sebenarnya masih hidup tidak segera berkecambah meskipun berada pada lingkungan yang tampak mendukung.
Dalam buku Seeds: Physiology of Development, Germination and Dormancy karya J.D. Bewley dan M. Black, dormansi dijelaskan sebagai strategi evolusioner untuk menghindari perkecambahan pada waktu yang tidak menguntungkan.
Jurnal Annual Review of Plant Biology oleh Finch-Savage dan Leubner-Metzger juga menyebutkan bahwa dormansi berperan penting dalam keberlangsungan spesies tanaman di alam.
Penyebab Terjadinya Dormansi pada Biji
Dormansi biji dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Menurut buku Physiology of Seed Dormancy karya David R. Baskin dan Carol C. Baskin, faktor internal meliputi ketidakmatangan embrio atau keberadaan hormon penghambat seperti asam absisat.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, faktor eksternal dapat berupa kulit biji yang keras atau impermeabel terhadap air dan oksigen. Penelitian dalam Plant Physiology menjelaskan bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut membuat biji tidak langsung berkecambah meskipun tersedia air dan suhu yang sesuai.
Jenis-Jenis Dormansi Biji
Dormansi biji dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Dalam buku Ecology of Seed Dormancy and Germination karya Baskin & Baskin, dormansi diklasifikasikan menjadi dormansi fisik, dormansi fisiologis, dormansi morfologis, dan dormansi kombinasi.
Dormansi fisik biasanya terjadi pada biji dengan kulit keras. Sementara itu, dormansi fisiologis berkaitan dengan kondisi hormon di dalam embrio. Adapun dormansi kombinasi merupakan kondisi di mana benih mengalami dua jenis hambatan sekaligus (eksogen dan endogen).
Manfaat Dormansi Biji dalam Kelangsungan Hidup Tanaman
Dormansi biji memberikan keuntungan ekologis bagi tanaman. Dalam buku Plant Ecology karya Ernst-Detlef Schulze dijelaskan bahwa dormansi membantu tanaman menyebar dalam waktu dan ruang, sehingga tidak semua biji berkecambah secara bersamaan. Dormansi juga dapat meningkatkan peluang hidup tanaman saat kondisi lingkungan ekstrem, seperti kekeringan atau suhu rendah.
ADVERTISEMENT
Pematahan Dormansi Biji
Untuk memicu perkecambahan, dormansi biji perlu dipatahkan melalui perlakuan tertentu. Metode pematahan dormansi meliputi skarifikasi, stratifikasi, dan perlakuan kimia.
Jurnal Horticultural Reviews menjelaskan bahwa teknik ini banyak digunakan dalam pertanian dan kehutanan untuk mempercepat dan menyeragamkan pertumbuhan tanaman.
Dormansi Biji dalam Pertanian dan Konservasi Tanaman
Dalam konteks pertanian, pemahaman tentang dormansi biji sangat penting untuk meningkatkan efisiensi produksi. Buku Seed Technology and Its Biological Basis karya Michael Black menyebutkan bahwa pengelolaan dormansi membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat.
Selain itu, penelitian dalam Biodiversity and Conservation menegaskan bahwa dormansi biji berperan penting dalam konservasi spesies langka melalui penyimpanan biji jangka panjang.
ADVERTISEMENT
(NDA)

