Konten dari Pengguna

Efisiensi Energi Mobil Listrik vs Bensin: Mana yang Lebih Unggul?

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mobil listrik. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mobil listrik. Foto: Shutterstock

Di tengah meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim dan kebutuhan akan energi berkelanjutan, mulai banyak pihak yang membandingkan antara mobil listrik dan konvensional. Salah satu aspek pertimbangannya adalah efisiensi energi. Tidak hanya menyangkut konsumsi bahan bakar, tapi juga seberapa banyak energi yang benar-benar digunakan untuk menggerakkan kendaraan.

Mobil listrik (EV) digadang-gadang sebagai solusi masa depan. Pertanyaannya, seberapa efisienkah kendaraan ini dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil? Simak perbandingan efisiensi energi mobil listrik vs bensin di bawah ini.

Apa itu Efisiensi Energi dalam Konteks Kendaraan?

Efisiensi energi dalam kendaraan merujuk pada rasio antara energi yang digunakan dengan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil. Dengan kata lain, semakin sedikit energi yang terbuang, semakin efisien kendaraan tersebut. Perbandingan antara mobil listrik dan bensin menjadi hal yang menarik karena teknologi dan sumber energinya jelas berbeda.

Perbedaan Dasar Mobil Listrik dan Bensin

Mobil bensin menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan tenaga, sementara mobil listrik memakai energi dari baterai yang diisi ulang dengan listrik. Proses konversi energi ini sangat menentukan tingkat efisiensinya.

Efisiensi Energi Mobil Listrik vs Bensin

Mengutip Yale Climate Connections, mobil listrik hanya menggunakan sekitar setengah dari energi yang digunakan mobil bensin untuk menempuh jarak yang sama. Artinya, jika mobil bensin membutuhkan 100 unit energi untuk bergerak, maka EV hanya membutuhkan 50 unit.

Dalam laman Sustainability by Numbers dijelaskan bahwa mesin pembakaran internal (ICE) pada mobil konvensional hanya mengubah sekitar 20% energi dari bensin menjadi tenaga gerak, sisanya hilang sebagai panas. Sebaliknya, mobil listrik bisa mengonversi hingga 67% energi dari baterai menjadi gerakan roda.

Biaya dan Efisiensi Operasional Jangka Panjang

Selain hemat energi, mobil listrik juga lebih efisien dari segi biaya operasional. Berdasarkan informasi dari NRDC (Natural Resources Defense Council), biaya bahan bakar untuk kendaraan listrik rata-rata lebih murah dibandingkan bensin, apalagi jika diisi daya di rumah saat tarif listrik rendah.

Sebuah  studi Consumer Reports (2020)  juga menunjukkan bahwa setiap tahunnya, pengemudi kendaraan listrik cenderung menghabiskan biaya sekitar 60% lebih sedikit dibandingkan pengemudi mobil konvensional.

Mitos tentang Efisiensi EV yang Perlu Diluruskan

1. Mobil Listrik "Lebih Boros" Saat Dicas

Beberapa anggapan menyebutkan bahwa mobil listrik sebenarnya boros karena ada "loss" energi saat pengisian daya. Namun, menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA), meski ada sedikit kehilangan energi saat pengisian (sekitar 10-15%), total efisiensi EV masih jauh lebih tinggi dibanding kendaraan bensin.

2. Mobil Listrik Buruk untuk Iklim karena Pembuatan Baterainya

Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kendaraan listrik selama proses produksi hingga masa pakai masih lebih rendah daripada emisi dari kendaraan bertenaga bensin.

Dampak Lingkungan dan Efisiensi Jangka Panjang

Efisiensi energi juga berkaitan langsung dengan jejak karbon. Kendaraan listrik yang lebih efisien menghasilkan emisi lebih sedikit, terutama jika listriknya berasal dari sumber energi terbarukan. Mobil listrik bahkan disebut sebagai jenis kendaraan paling efisien yang pernah ada.

Kesimpulan: Pilih Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Efisien

Berdasarkan data dari berbagai sumber, mobil listrik dipastikan jauh lebih efisien jika dibandingkan mobil bensin, baik dari sisi konversi energi, biaya penggunaan, hingga dampak lingkungan. Meskipun tantangan infrastruktur dan harga awal masih menjadi kendala, tapi mobil listrik masih menjadi pilihan paling logis untuk mendukung keberlanjutan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Mobil Listrik di Indonesia dan Tips Memilih yang Tepat