Konten dari Pengguna

Fungsi Akar Serabut dalam Menunjang kehidupan Tumbuhan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi akar serabut. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akar serabut. Foto: Unsplash

Akar serabut terdiri dari banyak akar tipis yang tumbuh dari pangkal batang. Akar-akar ini menyebar ke berbagai arah dan membentuk jaringan padat di dekat permukaan tanah. Fungsi akar serabut umumnya dijumpai pada tumbuhan biji berkeping satu (monokotil). Artikel di bawah ini akan menguraikan lebih lanjut seputar peran akar serabut beserta contoh tanaman yang memilikinya.

Daftar isi

1. Penyerapan Air dan Nutrisi

Salah satu fungsi utama akar serabut adalah menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah. Mengutip laman Science Facts, percabangan akar serabut yang banyak dapat meningkatkan luas permukaan penyerapan, sehingga air dan mineral seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, serta magnesium dapat diserap secara efisien. Nutrisi tersebut kemudian diangkut melalui xilem untuk didistribusikan ke seluruh bagian tanaman.

2. Mendukung Stabilitas Tanaman

Jaringan akar serabut yang rapat membentuk cengkeraman kuat pada tanah, sehingga membantu menjaga stabilitas tanaman. Menurut laman GeeksForGeeks, akar berperan menopang tubuh tanaman agar tetap berdiri tegak. Fungsi ini sangat penting untuk mencegah tanaman mudah tercabut oleh angin atau gangguan lingkungan lainnya, terutama di daerah pesisir, lereng, dan wilayah rawan banjir.

3. Pencegahan Erosi Tanah

Sistem akar serabut sangat efektif dalam menahan tanah karena strukturnya yang tipis, luas, dan menyerupai jaring. Berdasarkan laman University of Minnesota Twin Cities, tanaman dengan akar serabut cocok ditanam di daerah yang rawan erosi akibat aliran air hujan. Jaringan akar yang saling terjalin rapat mampu mengikat partikel tanah, sehingga mengurangi perpindahan tanah yang disebabkan oleh angin, hujan, maupun aliran air.

4. Adaptasi terhadap Tanah Dangkal

Akar serabut memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada tanah dangkal karena tumbuh menyebar secara horizontal. Adaptasi ini menguntungkan di lingkungan dengan keterbatasan penetrasi akar ke lapisan tanah yang lebih dalam, sehingga tanaman tetap dapat mengakses nutrisi di lapisan atas tanah.

Namun, berdasarkan laman Microbe Notes, akar serabut memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi kekeringan. Hal ini disebabkan akar tidak tumbuh cukup dalam secara vertikal dan relatif lebih pendek, sehingga kemampuan menjangkau cadangan air di lapisan tanah yang lebih dalam menjadi terbatas.

5. Contoh Tanaman Akar Serabut

Beberapa contoh tanaman yang memiliki sistem akar serabut antara lain:

  • Anggrek (Orchidaceae)

  • Jagung (Zea mays)

  • Pepaya (Carica papaya)

  • Tebu (Saccharum officinale)

  • Rumput (Poa annua)

  • Padi (Oryza sativa)

  • Pisang (Musa paradisiaca)

  • Kelapa (Cocos nucifera)

Baca Juga: Cara Kerja Tanaman Menyerap Nutrisi dari Tanah Menurut Ilmu Biologi

(SA)