Konten dari Pengguna

Fungsi Alis untuk Kesehatan Mata dan Cara Merawatnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alis. Foto: Unsplash

Alis sering dianggap hanya sebagai bagian kecil dari wajah yang berfungsi mempercantik penampilan. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, fungsi alis memiliki peran penting dalam melindungi mata dari berbagai partikel asing agar penglihatan tetap terjaga. Artikel di bawah ini akan menguraikan berbagai peran alis yang dirangkum dari laman Healthline.

Daftar isi

1. Melindungi Mata dari Keringat

Salah satu fungsi utama alis adalah melindungi mata dari tetesan keringat atau air yang mengalir dari dahi. Bentuk alis yang melengkung bukanlah tanpa alasan, melainkan cara alami tubuh untuk mengalihkan kelembapan agar tidak langsung jatuh ke mata. Dengan begitu, penglihatan tetap bersih dan nyaman.

2. Menyaring Kotoran

Selain air dan keringat, alis juga berperan sebagai penyaring alami yang membantu mencegah partikel kecil masuk ke mata. Rambut-rambut alis menangkap debu, pasir, atau kotoran lain yang mungkin jatuh ke wajah. Tanpa fungsi ini, mata akan lebih rentan mengalami iritasi, alergi, maupun infeksi.

3. Melindungi Mata dari Cahaya

Alis juga membantu melindungi mata dari cahaya yang terlalu terang. Rambut-rambut alis menciptakan sedikit bayangan dan mengurangi sinar yang masuk dari atas agar tidak langsung mengenai mata. Dalam hal ini, alis dapat mengurangi silau sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap paparan sinar matahari.

4. Membantu Komunikasi Nonverbal

Alis adalah bagian penting dalam ekspresi wajah dan komunikasi sehari-hari. Gerakan kecil pada alis bisa menyampaikan banyak emosi, misalnya satu alis yang terangkat menandakan rasa skeptis atau penasaran, sementara kedua alis yang terangkat sering menunjukkan keterkejutan.

5. Faktor yang Memengaruhi Bentuk dan Ketebalan Alis

Bentuk, ketebalan, dan warna alis dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama genetika. Namun mengutip laman Atlantic Eye Institue, ada pula beberapa hal lain yang dapat memengaruhi kondisi alis, antara lain:

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, alis bisa menjadi tipis atau bahkan hampir hilang. Sebaliknya, pada sebagian orang, alis justru tumbuh lebih tebal dan panjang.

  • Kebiasaan mencabut: Mencabut alis terus-menerus dalam jangka panjang dapat merusak folikel rambut dan mengubah ketebalan maupun bentuknya.

  • Cedera: Luka atau jaringan parut di sekitar alis, termasuk akibat tindik, dapat menyebabkan perubahan permanen pada pertumbuhan rambut.

  • Kondisi kesehatan: Beberapa penyakit autoimun, seperti alopecia atau madarosis, bisa membuat alis menipis hingga rontok sepenuhnya.

6. Cara Merawat Alis agar Tetap Sehat

Agar fungsi alis tetap optimal, penting untuk menjaga kebersihan dan menghindari kebiasaan yang dapat merusaknya. Berikut beberapa tips perawatan alis dari laman Eyes on the Diamond:

  • Bersihkan riasan dengan lembut: Hindari menggosok atau menarik kulit di sekitar mata, karena dapat membuat alis dan bulu mata rontok serta mengiritasi kulit.

  • Jauhi bahan kimia keras: Gunakan serum atau pewarna alis dengan hati-hati agar tidak memicu alergi maupun kerusakan.

  • Hati-hati dengan perawatan alis: Mencabut, waxing, atau menggunakan ekstensi secara berlebihan bisa melemahkan folikel rambut dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi.

Baca Juga: Jumlah Tulang Rusuk Laki-laki Beserta Fungsinya untuk Tubuh

(SA)