Fungsi Punuk Unta untuk Bertahan Hidup di Lingkungan Ekstrem

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unta dikenal dengan punuknya yang khas untuk bertahan hidup di kondisi ekstrem, baik panas maupun dingin. Fungsi punuk unta sering kali disalahartikan sebagai tempat menyimpan air, padahal sebenarnya tidak demikian. Punuk memiliki peran penting yang membuat unta mampu menjalani hari-hari tanpa makanan maupun air. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai kegunaan punuk unta.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Tempat Penyimpanan Energi
Punuk berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak. Menurut laman Natural History Museum, cadangan lemak di dalam punuk dapat diubah menjadi energi ketika makanan sulit ditemukan. Hal ini menjadikannya tetap kuat meski tidak memiliki akses makanan dalam waktu yang cukup lama.
2. Mengatur Suhu Tubuh
Selain menyimpan energi, punuk juga berperan penting dalam pengaturan suhu tubuh. Laman Britannica menjelaskan bahwa konsentrasi lemak di punuk membuat tubuh unta lebih mudah melepaskan panas di siang hari ketika suhu tinggi. Kemudian, saat malam tiba dengan suhu yang dingin, panas yang tersimpan bisa membantu menjaga suhu tubuh unta agar tidak terlalu rendah.
3. Indikator Kondisi Fisik Unta
Bentuk punuk juga dapat menjadi indikator kesehatan. Unta yang sehat memiliki punuk besar, tegak, dan berisi penuh. Sebaliknya, ketika cadangan lemak habis, punuk akan terlihat kempes atau terkulai. Itulah sebabnya para pedagang unta sering menjadikan punuk sebagai tolok ukur utama dalam menilai kondisi fisik hewan ini.
4. Mendukung Ketahanan Hidup di Lingkungan Ekstrem
Punuk unta sangat penting bagi kelangsungan hidup hewan ini di lingkungan yang keras seperti gurun. Lemak yang tersimpan mampu menghasilkan energi sekaligus mengurangi kebutuhan minum terlalu sering. Selain itu, mengutip laman World Wildlife Fund, hal ini juga didukung berkat adaptasi fisik unta di antaranya:
Tidak berkeringat sebanyak manusia.
Memiliki metabolisme yang melambat di malam hari.
Sel darah merah yang elastis, memungkinkan unta minum hingga 30 galon air sekaligus.
Menghasilkan urin kental seperti sirup dan feses yang sangat kering untuk mempertahankan air.
Menangkap kelembapan dari setiap napas yang mereka embuskan melalui hidung dan menyerapnya kembali ke dalam tubuh mereka.
5. Jumlah Punuk Unta
Menurut laman Awesome Animal Academy, ada tiga spesies unta yang dibedakan berdasarkan jumlah punuknya:
Unta Arab atau Dromedari (Camelus dromedarius): Memiliki satu punuk. Paling umum ditemukan di Timur Tengah, Afrika, India utara, hingga Australia.
Unta Baktria liar (Camelus ferus): Memiliki dua punuk, habitatnya terbatas di Mongolia selatan dan China Utara. Spesies ini kini berstatus terancam punah.
Unta Baktria peliharaan (Camelus bactrianus): Memiliki dua punuk, banyak dijumpai di wilayah Asia Tengah dan dikenal sebagai unta Mongolia.
Baca Juga: Fauna Endemik: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Spesiesnya
(SA)
