Fungsi Usus Buntu bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usus buntu adalah organ kecil berbentuk tabung yang melekat pada usus besar. Ukurannya biasanya sekitar 8–10 cm dengan lebar kurang dari 1,3 cm. Banyak orang mengira fungsi usus buntu tidak berguna karena kerap diangkat saat terjadi infeksi. Namun, sebenarnya usus buntu memiliki peran penting, terutama dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan. Simak pemaparan seputar peran usus buntu dalam tubuh manusia pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Menjaga Flora Usus
Saluran pencernaan dipenuhi oleh bakteri baik maupun jahat. Menurut laman Very Well Health, usus buntu berfungsi sebagai tempat berlindung bagi bakteri baik ketika usus dibersihkan akibat penyakit seperti diare, disentri, atau kolera. Begitu pula saat penggunaan antibiotik yang membunuh bakteri jahat sekaligus bakteri baik, usus buntu dapat membantu memulihkan kembali keseimbangan flora usus.
2. Mendukung Pertahanan Kekebalan Tubuh
Selain berfungsi dalam pencernaan, usus buntu juga memiliki peran penting dalam sistem imun manusia. Jaringan organ ini terdiri dari limfosit sel B dan sel T, yang masing-masing biasanya ditemukan di sumsum tulang dan kelenjar timus. Dengan adanya sel-sel tersebut, usus buntu membantu melindungi kekebalan tubuh dan mencegah penyakit serius sebelum mengganggu fungsi organ lain.
3. Kondisi yang Memengaruhi Usus Buntu
Menurut laman News Medical & Life Sciences, terdapat beberapa kondisi medis yang umum menyerang usus buntu. Berikut jenis penyakit dan gejala yang dapat muncul:
Apendisitis (radang usus buntu): Terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan dan pembengkakan. Gejalanya meliputi nyeri perut yang awalnya di sekitar pusar lalu bergeser ke kanan bawah, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare atau sembelit, serta demam.
Tumor usus buntu: Salah satu jenisnya adalah tumor karsinoid yang tumbuh lambat. Selain itu, terdapat adenoma apendiks atau kanker usus buntu. Beberapa tumor bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala. Namun dalam kasus tertentu dapat menyebabkan nyeri perut meski tanpa disertai demam, mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan.
4. Cara Menjaga Kesehatan Usus Buntu
Menjaga kesehatan usus buntu penting dilakukan agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Berdasarkan laman Narayana Health, berikut tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Konsumsi makanan tinggi serat agar pencernaan menjadi lebih lancar.
Lakukan olahraga ringan setiap hari untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Hindari makanan yang digoreng, berminyak, berlemak, dan terlalu pedas.
Jangan makan di tempat yang tidak higienis untuk mengurangi risiko infeksi pencernaan.
Pastikan air minum berasal dari sumber bersih agar terhindar dari masalah kesehatan seperti penyakit kuning atau kolera.
Baca Juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan Tulang untuk Perempuan Usia 30-an
(SA)
