Gas Metana Berasal dari Mana? Ini Penjelasannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gas metana adalah gas alam penting yang menjadi komponen utama gas bumi sekaligus penyumbang emisi rumah kaca terbesar kedua setelah karbon dioksida. Lalu, sebenarnya gas metana berasal dari mana? Sumber metana terbesar dapat diperoleh dari peterbakan, bahan bakar fosil, hingga dekomposisi sampah. Simak pembahasan selengkapnya pada artikel ini.
1. Gas Metana dari Peternakan
Menurut laman QED Environmental Systems, sektor peternakan sapi menjadi penyumbang emisi metana yang sangat besar. Proses pencernaan normal sapi menghasilkan gas metana yang kemudian dilepaskan ke atmosfer. Selain itu, kotoran sapi dan hewan ternak lainnya juga berperan dalam produksi metana. Untuk mengurangi produksi metana, umumnya peternak melakukan cara berikut:
Suplemen pakan sapi: ditambahkan ke makanan ternak untuk menekan produksi metana secara alami.
Pencernaan anaerobik: kotoran hewan dan bahan organik dimasukkan ke dalam instalasi khusus yang minim oksigen. Proses ini memecah materi organik dan menghasilkan metana yang bisa ditampung. Gas tersebut kemudian dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar, misalnya untuk generator listrik atau disalurkan kembali ke jaringan gas.
2. Gas Metana dari Tempat Pembuangan Sampah
Tempat pembuangan akhir (TPA) juga menjadi salah satu penghasil metana terbesar. Sampah organik yang membusuk di TPA melepaskan gas metana sebagai bagian dari proses dekomposisi. Gas metana yang dihasilkan di TPA dapat dikumpulkan melalui sistem pengumpulan gas khusus. Gas tersebut kemudian dibawa dari TPA ke instalasi pengolahan, tempat gas tersebut dapat diproses dan digunakan sebagai sumber energi.
3. Gas Metana dari Produksi Bahan Bakar Fosil
Berdasarkan laman U.S Geogological Survey, metana juga terbentuk secara alami selama jutaan tahun akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam bumi. Proses ini menghasilkan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam. Namun, aktivitas manusia dalam ekstraksi bahan bakar fosik tersebut menjadi salah satu penyumbang emisi metana terbesar.
4. Gas Metana dari Pembakaran Jerami
Pembakaran jerami kerap dilakukan oleh petani untuk menghilangkan vegetasi yang tahan herbisida dan mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Namun, mengutip laman Envirotech Online, pembakaran jerami oleh petani yang tidak sempurna dapat menghasilkan emisi beberapa gas berbahaya, termasuk karbon dioksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan metana.
4. Pemanfaatan Gas Metana di Kehidupan Sehari-hari
Meski sering dianggap sebagai masalah lingkungan, metana juga memiliki banyak manfaat. Sebagai komponen utama gas alam, metana dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan energi. Menurut laman Chevron, gas ini digunakan di seluruh dunia untuk sebagai berikut:
Menghasilkan listrik.
Memberi daya pada industri.
Memanaskan rumah.
Memasak makanan.
Baca Juga: Manfaat Tembaga dalam Industri dari Elektronik hingga Kesehatan
(SA)
