Hukum dan Panduan Puasa bagi Ibu Hamil, Begini Ketentuannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim. Namun, Islam memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu, termasuk ibu hamil.
Bagi ibu hamil, kewajiban berpuasa dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan diri sendiri maupun keselamatan janin. Lalu, bagaimana hukum dan panduan puasa bagi ibu hamil agar tetap aman dan sesuai syariat?
Hukum Puasa bagi Ibu Hamil
Menurut buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Stiawan dkk., ibu hamil diberikan keringanan untuk tidak berpuasa. Hal ini ditegaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Kasyifatu Saja’, bunyinya:
يباح الفطر في رمضان لستة للمسافر والمريض والشيخ الهرم أي الكبير الضعيف والحامل ولو من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما والعطشان أي حيث لحقه مشقة شديدة لا تحتمل عادة عند الزيادي أو تبيح التيمم عند الرملي ومثله الجائع وللمرضعة ولو مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي
Artinya: “Enam orang berikut ini diperbolehkan berbuka puasa di siang hari bulan Ramadhan. Mereka adalah pertama musafir, kedua orang sakit, ketiga orang jompo (tua yang tak berdaya), keempat wanita hamil (sekalipun hamil karena zina atau jimak syubhat [kendati wanita ini berjimak dengan selain manusia tetapi ma’shum]),” kata Syekh Nawawi.
Sementara,“Kelima adalah orang yang tercekik haus (sekira kesulitan besar menimpanya dengan catatan yang tak tertanggungkan pada lazimnya menurut Az-Zayadi, sulit yang membolehkan orang bertayamum menurut Ar-Romli)-serupa dengan orang yang tercekik haus ialah orang yang tingkat laparnya tidak terperikan-, dan keenam wanita menyusui baik diberikan upah atau suka rela (kendati menyusui bukan anak Adam, hewan peliharaan misalnya).”
Kewajiban Mengganti Puasa
Menurut Baznas Kota Yogyakarta, ada beberapa ketentuan hukum mengenai penggantian puasa bagi ibu hamil, yaitu:
1. Wajib Mengganti Puasa
Jika ibu hamil tidak berpuasa karena khawatir kondisi fisik atau janinnya bermasalah, ia diwajibkan untuk mengganti puasa tersebut di waktu lain.
2. Wajib Mengganti Puasa dan Membayar Fidyah
Jika ibu hamil hanya khawatir pada keselamatan janin, maka selain mengganti puasa, ibu hamil juga diwajibkan membayar fidyah. Hal ini sebagaimana penjelasan Imam al-Qalyubi dalam kitab Hasyiyata Qalyubi Wa Umairah Juz II halaman 86:
(وَأَمَّا الْحَامِلُ وَالْمُرْضِعُ فَإِنْ أَفْطَرَتَا خَوْفًا) مِنْ الصَّوْمِ. (عَلَى نَفْسِهِمَا) وَحْدَهُمَا أَوْ مَعَ وَلَدَيْهِمَا كَمَا قَالَهُ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ. (وَجَبَ) عَلَيْهِمَا (الْقَضَاءُ بِلَا فِدْيَةٍ) كَالْمَرِيضِ. (أَوْ) (عَلَى الْوَلَدِ) أَيْ وَلَدِ كُلٍّ مِنْهُمَا (لَزِمَتْهُمَا) مَعَ الْقَضَاءِ (الْفِدْيَةُ فِي الْأَظْهَرِ)
“Ibu hamil dan menyusui ketika tidak berpuasa karena khawatir pada diri mereka, atau khawatir pada diri mereka dan bayi mereka (seperti yang diungkapkan dalam kitab Syarh al-Muhazzab), maka wajib mengqadha’ puasa saja tanpa perlu membayar fidyah seperti halnya orang yang sakit. Sedangkan ketika khawatir pada kandungan atau bayi mereka, maka wajib mengqadha’ puasa sekaligus membayar fidyah.”
Panduan Puasa untuk Ibu Hamil
Puasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu hamil karena tubuh membutuhkan nutrisi lebih banyak untuk menjaga kesehatan diri dan janin. Berdasarkan panduan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, berikut beberapa tips agar ibu hamil tetap bisa berpuasa dengan aman dan sehat:
1. Jangan melewatkan sahur: Sahur memberikan energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.
2. Makanan bergizi seimbang: Konsumsi karbohidrat kompleks, protein hewani, lemak sehat, sayur, dan buah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin.
3. Cukup istirahat: Hindari aktivitas berlebihan dan pastikan waktu tidur cukup untuk menjaga stamina.
4. Cukupi Cairan Tubuh: Minum 8–12 gelas air putih antara sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi.
5. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan Vitamin: Pastikan mengonsumsi suplemen yang diresepkan dokter secara rutin.
6. Porsi dan Jenis Makanan saat Berbuka: Mulailah berbuka dengan porsi kecil dan pilih makanan bergizi seimbang.
Baca Juga: Hukum Puasa Ramadhan dan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
