Jarak Bumi ke Bulan dan Karakteristik Lainnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jarak Bumi ke Bulan selalu menjadi topik menarik untuk dipelajari. Bulan merupakan satelit alami Bumi sekaligus objek paling terang di langit malam. Kehadirannya berperan penting dalam berbagai fenomena alam, mulai dari pasang surut air laut hingga terjadinya gerhana. Berikut penjelasan lengkap mengenai jarak Bumi ke Bulan serta karaktersitik lainnya.
1. Jarak Bumi ke Bulan
Bulan tidak selalu berada pada jarak yang sama dari Bumi karena orbitnya berbentuk elips. Mengutip laman Space, rata-rata jarak Bumi ke Bulan adalah sekitar 238.855 mil (384.400 km). Namun, angka ini bisa berubah tergantung posisi Bulan dalam orbitnya:
Perigee (titik terdekat): sekitar 363.300 km
Apogee (titik terjauh): sekitar 405.500 km
Perbedaan jarak ini memengaruhi ukuran Bulan yang terlihat dari Bumi. Saat berada di perigee, Bulan tampak lebih besar, fenomena ini dikenal sebagai Supermoon. Sebaliknya, saat di apogee, Bulan terlihat lebih kecil atau disebut Micromoon.
2. Orbit dan Rotasi Bulan
Bulan berputar dengan kecepatan yang sama seperti saat ia mengorbit Bumi. Kondisi ini disebut rotasi sinkron, sehingga sisi Bulan yang sama selalu menghadap Bumi. Bulan menyelesaikan satu orbit penuh mengelilingi Bumi dalam waktu sekitar 27 hari. Gerakan orbit inilah yang menyebabkan terjadinya fase-fase Bulan. Misalnya:
Bulan purnama terjadi ketika seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi mendapat cahaya Matahari.
Bulan baru terjadi ketika sisi jauh Bulan yang mendapat cahaya, sementara sisi yang menghadap Bumi berada dalam kegelapan.
3. Struktur Bulan
Mengutip NASA Science, Bulan memiliki tiga lapisan utama, yaitu inti, mantel, dan kerak.
Inti Bulan: Inti bagian dalam padat, kaya zat besi, dengan radius sekitar 240 km. Inti ini dikelilingi cangkang besi cair setebal 90 km, serta lapisan sebagian meleleh.
Mantel: Membentang dari atas lapisan inti hingga dasar kerak. Kemungkinan besar tersusun dari mineral seperti olivin dan piroksen, yang terdiri atas magnesium, besi, silikon, dan oksigen.
Kerak: Tebalnya sekitar 40 km di sisi dekat Bulan dan hingga 60 km di sisi jauh. Komposisinya terdiri dari oksigen, silikon, magnesium, besi, kalsium, dan aluminium, dengan sedikit titanium, uranium, torium, kalium, dan hidrogen.
4. Atmosfer
Bulan memiliki atmosfer yang sangat tipis, sehingga hampir tidak memberikan perlindungan dari radiasi Matahari maupun benturan meteoroid. Akibatnya, permukaan Bulan penuh dengan banyak kawah hasil tumbukan asteroid, meteoroid, dan komet yang terjadi terus-menerus.
5. Magnetosfer
Bulan diduga pernah memiliki dinamo internal yang mampu menghasilkan medan magnet global. Namun saat ini, medan magnet Bulan sangat lemah jika dibandingkan dengan Bumi. Medan magnet Bumi tercatat ribuan kali lebih kuat dibandingkan dengan medan magnet Bulan.
Baca Juga: Cara Menggunakan Kertas Kromatografi untuk Analisis Tinta
(SA)
