Konten dari Pengguna

Jenis Kacamata Anti Radiasi dan Tips Memilihnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis kacamata antiradiasi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis kacamata antiradiasi. Foto: Unsplash

Kacamata anti radiasi adalah kacamata yang dirancang khusus untuk melindungi mata dari paparan cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh layar gadget. Adapun jenis kacamata anti radiasi yang paling umum, yakni:

  • Blue Light Filter: Dirancang untuk menyaring panjang gelombang cahaya biru dari layar digital. Biasanya, lensa memiliki warna sedikit kekuningan, namun ada juga versi bening untuk tampilan lebih natural.

  • Photochromic Anti Radiasi: Lensa ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan warna tergantung paparan cahaya. Di luar ruangan, lensa menggelap otomatis karena sinar UV, sementara di dalam ruangan tetap bening.

  • Anti-UV Protection: Selain menyaring cahaya biru dari perangkat elektronik, jenis ini juga memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet matahari.

Daftar isi

Fungsi Kacamata Anti Radiasi

Menurut VS Eyewear, kacamata anti radiasi berfungsi untuk meminimalkan efek cahaya biru yang bersifat merusak jaringan mata dalam jangka panjang. Cahaya biru memiliki gelombang pendek dan energi tinggi yang dapat menembus retina dan berpotensi menyebabkan kerusakan.

Selain itu, kacamata ini juga bisa membantu mengurangi ketegangan otot mata, meningkatkan kenyamanan visual, dan memperbaiki kualitas tidur karena menurunkan gangguan produksi melatonin yang biasanya dipengaruhi cahaya biru.

Siapa Saja yang Membutuhkan Kacamata Anti Radiasi?

Paparan cahaya biru dalam durasi panjang terbukti berdampak negatif, termasuk mempercepat kelelahan mata, memicu mata kering, dan berpotensi menyebabkan degenerasi makula. Maka dari itu, penggunaan kacamata anti radiasi sangat dianjurkan untuk:

  • Pekerja kantoran yang menatap layar komputer lebih dari 6 jam sehari.

  • Mahasiswa atau pelajar yang belajar online atau membaca e-book.

  • Konten kreator, desainer grafis, hingga video editor.

  • Anak-anak yang mulai sering menggunakan gadget.

  • Lansia yang sensitif terhadap cahaya dari layar.

Tips Memilih Jenis Kacamata Anti Radiasi yang Tepat

Sebelum membeli kacamata anti radiasi, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Pilih lensa bersertifikat yang sudah teruji mampu menyaring blue light secara efektif.

  • Perhatikan jenis frame yang ringan dan nyaman dipakai seharian.

  • Cek warna lensa, jika ingin tampil natural, pilih yang bening. Jika tak masalah warna kekuningan, efek perlindungannya biasanya lebih kuat.

  • Pastikan kompatibel dengan resep lensa, jika kamu membutuhkan koreksi penglihatan.

  • Pertimbangkan fitur tambahan, seperti anti-glare, anti-UV, dan tahan gores untuk perlindungan maksimal.

Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif?

Walaupun bukan solusi mutlak, kacamata anti radiasi memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kesehatan mata. Efektivitas kacamata anti radiasi bahkan telah dibuktikan oleh berbagai studi.

American Academy of Ophthalmology menjelaskan, pengguna yang rutin memakai kacamata anti radiasi saat bekerja di depan layar cenderung mengalami lebih sedikit gejala visual seperti mata tegang, kering, atau sakit kepala.

Namun, perlu diingat bahwa jenis kacamata anti radiasi sebaiknya digunakan bersamaan dengan kebiasaan visual sehat, seperti mengikuti aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke benda sejauh 20 kaki selama 20 detik.

Kesimpulan

Kacamata anti radiasi dirancang untuk melindungi mata dari paparan cahaya biru (blue light) yang berasal dari layar gadget. Jenis yang umum meliputi kacamata blue light filter, photochromic anti radiasi, dan anti-UV. Kacamata ini membantu mengurangi ketegangan mata, mencegah kerusakan retina, dan meningkatkan kualitas tidur.

Pengguna yang disarankan meliputi pekerja kantoran, pelajar, konten kreator, hingga anak-anak. Saat memilih, perhatikan sertifikasi lensa, kenyamanan frame, warna lensa, serta fitur tambahan seperti anti-glare dan tahan gores.

Meski bukan solusi utama, efektivitas kacamata ini didukung studi dan dapat dikombinasikan dengan kebiasaan visual sehat seperti aturan 20-20-20.

Baca juga: Penyebab Lensa Kacamata Menjadi Kuning, Dampak, dan Cara Mencegahnya

(NDA)