Konten dari Pengguna

Kenapa Bayi Sering Gumoh Setelah Minum Susu Formula? Ini Tips Mengatasinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bayi Gumoh Foto: Sage Ross/Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi Gumoh Foto: Sage Ross/Flickr

Gumoh setelah minum susu formula sering kali membuat orang tua khawatir. Padahal, kondisi ini umumnya normal dan dialami banyak bayi. Meski begitu, penting untuk memahami penyebab serta cara mengatasinya agar orang tua bisa memberikan perawatan yang tepat. Mari, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Sistem Pencernaan Bayi Belum Matang

Bayi memiliki otot katup antara kerongkongan dan lambung (lower esophageal sphincter) yang belum bekerja sempurna. Menurut Mayo Clinic, otot ini belum mampu menahan susu agar tetap berada di lambung, sehingga sebagian cairan bisa kembali naik ke kerongkongan dan keluar sebagai gumoh.

Lambung Bayi Masih Kecil

Ukuran lambung bayi yang kecil juga jadi alasan kenapa gumoh sering terjadi. Kapasitas lambung bayi baru lahir hanya sekitar 3-4 ons. Jika bayi minum susu formula dalam jumlah berlebih, lambungnya tidak mampu menampung, sehingga susu keluar lagi.

Bayi Menelan Udara Saat Minum Susu

Selain jumlah susu, cara bayi minum juga berpengaruh. Mengutip laman Healthline, bayi yang menyusu dari botol sering menelan udara, terutama jika dot terlalu besar atau aliran susu terlalu deras. Akibatnya, udara menumpuk di lambung dan mendorong susu keluar.

Refluks Ringan pada Bayi

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa sebagian besar bayi mengalami refluks, yaitu kembalinya isi lambung ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya ringan dan tidak berbahaya.

Namun, jika gumoh disertai gejala seperti muntah, berat badan sulit naik, atau bayi tampak rewel, bisa jadi ini tanda gastroesophageal reflux disease (GERD) yang memerlukan perhatian dokter.

Kemungkinan Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa

Pada sebagian bayi, gumoh juga bisa dipicu alergi terhadap protein susu sapi atau intoleransi laktosa. Healthline menyebut, alergi susu sering disertai gejala lain seperti ruam, diare, atau bayi tampak tidak nyaman setelah menyusu.

Tips Mengurangi Gumoh

Dikutip dari Healthline, ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi gumoh, antara lain:

  1. Beri susu dalam porsi kecil tapi sering

  2. Pastikan bayi bersendawa (burping) selama dan setelah menyusu

  3. Jaga posisi bayi tetap tegak selama 30 menit setelah minum susu

  4. Hindari mengajak bayi bermain aktif atau langsung menidurkannya setelah menyusu

  5. Tidak memaksa bayi minum lebih dari kebutuhannya.

Perlukah Formula Khusus?

Dalam beberapa kasus, dokter bisa menyarankan formula khusus untuk bayi dengan masalah gumoh, seperti formula anti-refluks yang lebih kental. Namun, pemberian formula khusus atau pengental harus sesuai arahan dokter untuk menghindari risiko alergi atau tersedak.

Kapan Harus ke Dokter?

Menurut Mayo Clinic, segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Bayi tidak naik berat badan

  • Gumoh disertai muntah hijau, kuning, atau berdarah

  • Gumoh terus terjadi setelah bayi berusia 6 bulan

  • Bayi tampak sakit, sulit bernapas, atau kulitnya kebiruan

Kesimpulan

Bayi gumoh setelah minum susu formula adalah hal yang umum dan biasanya tidak berbahaya. Kondisi ini sering terjadi karena pencernaan bayi yang belum sempurna, porsi susu yang terlalu banyak, atau udara yang ikut tertelan saat menyusu.

Dengan mengatur takaran susu, posisi bayi, dan cara menyusui, gumoh bisa berkurang. Namun, jika ada tanda-tanda serius, segera bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Apakah Screen Time Boleh untuk Anak di Bawah 2 Tahun? Ini Penjelasannya