Keuntungan Mobil Listrik Dibanding Mobil Bensin dari Berbagai Aspek

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah krisis iklim dan naiknya harga bahan bakar, mobil listrik mulai menjadi pilihan utama banyak masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Adapun keuntungan mobil listrik dibandingkan mobil bensin, yakni lebih hemat dan punya manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
Menurut data dari International Energy Agency (IEA), adopsi mobil listrik terus meningkat secara global dengan proyeksi pertumbuhan signifikan di kawasan Asia Tenggara dalam 5 tahun ke depan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apakah Mobil Listrik Lebih Hemat dari Mobil Bensin?
Salah satu keuntungan utama mobil listrik dibanding mobil bensin terletak pada biaya operasionalnya yang jauh lebih rendah. Data U.S. Department of Energy menunjukkan, pengguna mobil listrik bisa menghemat hingga 50–70% dari total biaya bahan bakar tahunan.
Selain itu, mobil listrik tidak memiliki komponen seperti oli mesin, busi, knalpot, atau sistem transmisi rumit, sehingga frekuensi servis lebih jarang. Hal ini pun membuat biaya perawatan mobil listrik bisa lebih rendah hingga 40% daripada mobil bensin.
Apakah Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan Dibandingkan Mobil Bensin?
Ya, mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang langsung seperti karbon dioksida (CO₂) yang berkontribusi terhadap polusi udara dan perubahan iklim.
Menurut IEA Global EV Outlook 2024, kendaraan listrik menghasilkan sekitar 60% lebih sedikit emisi CO₂ dibandingkan mobil konvensional selama masa pakainya, terutama jika diisi daya dari sumber energi bersih seperti surya dan angin.
Apakah Performa Mobil Listrik Lebih Baik dari Mobil Bensin?
Dikutip dari Car and Driver, mobil listrik memiliki performa yang lebih unggul dalam beberapa aspek utama. Mobil listrik mampu menghasilkan torsi instan, sehingga akselerasinya lebih cepat dibanding mobil bensin. Misalnya, Tesla Model 3 bisa melaju 0–100 km/jam dalam waktu di bawah 5 detik.
Dari sisi efisiensi, kendaraan listrik jauh lebih hemat energi. Menurut U.S. Department of Energy, efisiensinya bisa mencapai 90%, dibandingkan mesin bensin yang hanya sekitar 30%.
Namun, Edmunds menjelaskan bahwa mobil bensin masih unggul dalam kecepatan maksimum, jarak tempuh, dan waktu pengisian yang jauh lebih singkat. Karena itu, meski mobil listrik sangat cocok untuk penggunaan harian, mobil bensin masih menjadi pilihan praktis untuk perjalanan jauh.
Kesimpulan
Mobil listrik semakin diminati karena menawarkan banyak keuntungan dibanding mobil bensin. Dari segi ekonomi, mobil listrik lebih hemat hingga 50–70% biaya bahan bakar dan biaya perawatan bisa lebih rendah hingga 40% karena komponennya lebih sederhana.
Dari sisi lingkungan, mobil listrik menghasilkan sekitar 60% lebih sedikit emisi CO₂, terutama jika menggunakan sumber energi bersih. Performa mobil listrik juga unggul dengan akselerasi cepat berkat torsi instan dan efisiensi energi mencapai 90%.
Namun, mobil bensin masih unggul dalam kecepatan maksimum, jarak tempuh, dan waktu pengisian bahan bakar, sehingga lebih praktis untuk perjalanan jauh.
Baca juga: Tips Membeli Mobil Listrik yang Tepat sesuai Kebutuhan
(NDA)
