Komposisi Inti Matahari yang Menjadi Sumber Panas dan Cahaya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inti Matahari merupakan bagian terdalam sekaligus paling panas dibandingkan lapisan lainnya. Pada wilayah inilah berlangsung reaksi nuklir yang menjadi sumber utama energi Matahari. Proses tersebut menghasilkan panas dan cahaya yang kemudian dipancarkan ke seluruh tata surya. Artikel di bawah ini akan menguraikan komposisi inti Matahari beserta lapisan-lapisan penyusunnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Hidrogen sebagai Bahan Bakar Utama
Sebagian besar unsur penyusun inti Matahari adalah hidrogen. Mengutip laman NASA Science, hidrogen berperan sebagai bahan bakar utama dalam reaksi fusi nuklir yang terjadi melalui rantai proton-proton. Dalam proses ini, hidrogen diubah menjadi helium dan melepaskan energi dalam jumlah sangat besar. Energi tersebut merambat perlahan menuju lapisan-lapisan luar Matahari hingga akhirnya tampak sebagai panas dan cahaya.
2. Helium sebagai Hasil Reaksi Fusi
Helium merupakan unsur kedua terbanyak di inti Matahari. Unsur ini terbentuk sebagai hasil dari reaksi fusi nuklir hidrogen. Berdasarkan laman Britannica, empat inti hidrogen yang bergabung akan membentuk satu inti helium. Seiring berjalannya waktu, jumlah helium di inti Matahari terus meningkat akibat proses fusi yang berlangsung tanpa henti.
3. Unsur Lain dalam Jumlah Kecil
Selain hidrogen dan helium, inti Matahari juga mengandung unsur-unsur lain dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Mengacu pada laman Space, unsur-unsur tersebut meliputi oksigen, karbon, nitrogen, silikon, magnesium, neon, besi, hingga sulfur. Meski tidak mendominasi massa inti, keberadaan unsur-unsur ini tetap berperan dalam mendukung proses yang terjadi di dalam Matahari.
4. Struktur Lapisan Matahari
Matahari berbentuk bola plasma panas yang terus berputar dan berada dalam keseimbangan antara gaya gravitasi dan tekanan dari energi yang dihasilkan di dalamnya. Menurut laman UCAR Center for Science Education, struktur Matahari terdiri atas beberapa lapisan, antara lain:
Inti Matahari: Lapisan terdalam yang menjadi tempat terjadinya reaksi fusi nuklir, yakni ketika hidrogen berubah menjadi helium pada suhu sekitar 15 juta derajat Celsius.
Zona Radiasi: Pada lapisan ini, suhu dan kepadatan mulai menurun sehingga reaksi fusi tidak lagi berlangsung. Energi dari inti dibawa oleh foton cahaya yang bergerak perlahan menuju lapisan luar dalam bentuk radiasi termal.
Zona Konveksi: Energi berpindah melalui proses konveksi, yaitu plasma panas naik ke permukaan, mendingin, kemudian turun kembali ke bagian bawah sebelum kembali memanas.
Fotosfer: Fotosfer dikenal sebagai permukaan Matahari yang dapat dilihat langsung dari Bumi. Pada lapisan ini, energi akhirnya dilepaskan ke ruang angkasa dalam bentuk cahaya.
Kromosfer: Lapisan tipis di atas fotosfer yang menghasilkan sebagian besar sinar ultraviolet Matahari. Kromosfer tampak sebagai cahaya kemerahan saat terjadi gerhana Matahari.
Korona: Atmosfer terluar Matahari yang membentang hingga jutaan kilometer ke luar angkasa. Lapisan ini terlihat sebagai lingkaran putih keabu-abuan saat gerhana Matahari total. Korona terdiri dari gas terionisasi bersuhu sangat tinggi yang mengalir keluar sebagai angin Matahari dan dapat memengaruhi medan magnet Bumi.
Baca Juga: Apa Itu Eksoplanet? Ini Definisi, Cara Deteksi, dan Variasinya di Tata Surya
(SA)
