Konten dari Pengguna

Manfaat Bermain dengan Anak Kucing bagi Kesehatan Mental dan Fisiknya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi anak kucing. Foto: Evgeny Hmur/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi anak kucing. Foto: Evgeny Hmur/Shutterstock

Anak kucing memerlukan stimulasi harian lewat aktivitas bermain untuk membentuk fondasi tumbuh kembang yang optimal. Bukan hanya sekadar hiburan, bermain juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan mental dan fisik anak kucing, seperti yang dijelaskan dalam laman Purina dan Small Door Veterinary berikut ini.

Daftar isi

Manfaat Bermain dengan Anak Kucing

Ilustrasi kucing. Foto: Bogdan Sonjachnyj/Shutterstock
  1. Menyalurkan naluri berburu, seperti mengejar, mengintai, dan menerkam.

  2. Mengasah keterampilan motorik serta meningkatkan koordinasi gerak tubuh sejak usia dini.

  3. Mendukung perkembangan otot dan menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas aktif seperti melompat dan memanjat.

  4. Menstimulasi refleks dan efektif untuk menyalurkan energi berlebih pada anak kucing.

  5. Memberikan rangsangan mental yang penting untuk menjaga kesehatan emosional dan mencegah stres.

  6. Interaksi yang rutin dan menyenangkan dapat memperkuat ikatan emosional antara anak kucing dan pemiliknya. Pelajari cara bermain dengan anak kucing secara aman dan tepat dalam artikel ini.

  7. Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian, terutama bagi yang cenderung pemalu atau mudah cemas.

  8. Membentuk kebiasaan positif dan mencegah perilaku destruktif akibat rasa bosan.

  9. Melatih fokus dan kemampuan problem-solving saat bermain dengan mainan interaktif.

Berapa Banyak Waktu Bermain yang Dibutuhkan Anak Kucing?

Anak kucing membutuhkan waktu bermain sekitar 15 hingga 30 menit setiap hari untuk mendukung tumbuh kembangnya. Sebaiknya dibagi menjadi dua sesi atau beberapa sesi pendek berdurasi 4-6 menit, terutama di pagi dan sore hari, saat di mana mereka lebih aktif.

Menjadwalkan waktu bermain sesuai rutinitas harian juga sangat dianjurkan. Misalnya, bermain sambil menyikat bulunya di pagi hari bisa jadi momen bonding yang mempererat hubungan sekaligus membangun kebiasaan menyenangkan.

Tanda Kucing Senang Bermain

  1. Menatap mainan dengan fokus dan penuh perhatian, sering kali disertai pupil yang membesar dan tubuh yang tegang seperti siap menerkam.

  2. Langsung mendekati atau mengejar mainan yang digerakkan, menunjukkan respons spontan dan rasa ingin bermain.

  3. Menggigit, mencakar, atau memukul mainan sebagai bentuk interaksi aktif dan ekspresi naluri berburu.

  4. Ekor bergerak cepat atau berkedut di ujungnya menandakan kucing sedang dalam kondisi bersemangat atau terangsang oleh aktivitas bermain.

  5. Mengeluarkan suara kecil seperti mengeong pelan atau menggeram saat bermain.

  6. Terus mengikuti gerakan mainan dengan mata atau tubuh saat mainan dipindahkan ke berbagai arah.

  7. Menyerang secara tiba-tiba setelah bersembunyi, seolah-olah sedang berburu mangsa sungguhan.

  8. Mendorong mainan ke arah pemilik atau duduk di dekat mainan sambil menatap, menjadi sinyal bahwa ia ingin diajak bermain.

Baca Juga: Cara Mengukur Berat Ideal Anak Kucing agar Tumbuh Sehat