Konten dari Pengguna

Manfaat Sirup Jagung untuk Anak Kucing, Apa Saja?

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kucing. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing. Foto: Shutter Stock

Selain dapat memberi cita rasa manis pada makanan, sirup jagung juga membawa manfaat untuk kesehatananak kucing. Dikutip dari laman Abandoned Pet Rescue, manfaat sirup jagung untuk anak kucing adalah meningkatkan kadar gula darahnya yang rendah (hipoglikemia).

Ambil beberapa tetes sirup jagung atau yang sering juga disebut sirup glukosa, lalu oleskan pada gusi anak kucing setiap 3 menit. Ingat, harus dioleskan dan bukan diminumkan, karena anak kucing yang mengalami hipoglikemia sangat lesu dan rawan tersedak.

Dalam 20 menit, biasanya anak kucing yang hipoglikemia akan menunjukkan tanda-tanda membaik. Namun, sebaiknya jangan tunggu 20 menit di rumah, tapi segera bawa mereka ke dokter hewan setelah diberikan pertolongan pertama.

Daftar isi

Apakah Hipoglikemia pada Kucing Berbahaya?

Ilustrasi kucing. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari laman PetMD, hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi yang berbahaya untuk kucing. Itu karena gula darah (glukosa) adalah sumber energi utama untuk tubuh dan otak kucing.

Jika kucing kekurangan gula darah, mereka akan kehabisan energi dan berujung pingsan. Apabila tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kematian pada kucing.

Kenapa Anak Kucing Mengalami Hipoglikemia?

Dalam laman Kitten Coalition dijelaskan bahwa anak kucing di bawah usia 3 bulan rentan mengalami hipoglikemia karena belum memiliki kemampuan untuk mengatur kadar glukosa dalam darahnya.

Biasanya, kadar glukosanya akan menurun jika anak kucing menghadapi lingkungan dingin, mengalami gizi buruk, atau terserang parasit usus.

Selama penyapihan, anak kucing juga lebih rentan mengalami hipoglikemia karena mereka sering bermain sampai lupa makan. Agar proses penyapihan berjalan lancar dan aman, simak tips dalam artikel ini.

Penyebab Kucing Mengalami Hipoglikemia

Pada kucing dewasa, penyebab hipoglikemia lebih beragam lagi. Dirangkum dari laman PetMD, berikut beberapa di antaranya:

  • Infeksi atau penyakit

  • Nafsu makan menurun atau muntah

  • Penyakit hormonal bersamaan

  • Penyakit hati

  • Penyakit ginjal

  • Overdosis insulin selama proses pengobatan diabetes.

Gejala Hipoglikemia pada Kucing

Berikut beberapa tanda kucing mengalami hipoglikemia yang harus dikenali setiap adopter:

Ilustrasi Gejala Hipoglikemia pada Kucing/
  • Lemah

  • Lesu

  • Kehilangan selera makan

  • Muntah

  • Buta

  • Koordinasi tubuh buruk atau sering tersandung

  • Kecemasan atau stres

  • Kejang

  • Tidak sadar

Pengobatan Hipoglikemia pada Kucing

Ketika melihat kucing menunjukan gejala hipoglikemia, segera berikan mereka glukosa seperti sirup jagung atau madu. Setelah itu, bawa ke klinik untuk didiagnosis dan diberi pengobatan.

Dokter hewan akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Jika kucing masih belum membaik setelah diberi glukosa alami, biasanya akan disuntikkan dekstrosa intravena untuk meningkatkan kadar gula darahnya dengan cepat.

Baca Juga: Cara Menyelamatkan Anak Kucing yang Sekarat, Adopter Wajib Tahu!

Kesimpulan

  • Sirup jagung bisa meningkatkan kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) pada anak kucing.

  • Hipoglikemia pada kucing yang tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian.

  • Anak kucing di bawah usia 3 bulan rentan mengalami hipoglikemia karena belum memiliki kemampuan untuk mengatur kadar glukosa dalam darahnya.

  • Anak kucing dalam masa penyapihan lebih rentan mengalami hipoglikemia karena sering bermain sampai lupa makan.

  • Overdosis insulin selama proses pengobatan pada kucing diabetes dalam menyebabkan hipoglikemia.

  • Salah satu tanda kucing mengalami hipoglikemia adalah memiliki koordinasi tubuh yang buruk atau sering tersandung.