Manfaat Sirup Jagung untuk Anak Kucing, Apa Saja?

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain dapat memberi cita rasa manis pada makanan, sirup jagung juga membawa manfaat untuk kesehatananak kucing. Dikutip dari laman Abandoned Pet Rescue, manfaat sirup jagung untuk anak kucing adalah meningkatkan kadar gula darahnya yang rendah (hipoglikemia).
Ambil beberapa tetes sirup jagung atau yang sering juga disebut sirup glukosa, lalu oleskan pada gusi anak kucing setiap 3 menit. Ingat, harus dioleskan dan bukan diminumkan, karena anak kucing yang mengalami hipoglikemia sangat lesu dan rawan tersedak.
Dalam 20 menit, biasanya anak kucing yang hipoglikemia akan menunjukkan tanda-tanda membaik. Namun, sebaiknya jangan tunggu 20 menit di rumah, tapi segera bawa mereka ke dokter hewan setelah diberikan pertolongan pertama.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apakah Hipoglikemia pada Kucing Berbahaya?
Dikutip dari laman PetMD, hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi yang berbahaya untuk kucing. Itu karena gula darah (glukosa) adalah sumber energi utama untuk tubuh dan otak kucing.
Jika kucing kekurangan gula darah, mereka akan kehabisan energi dan berujung pingsan. Apabila tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kematian pada kucing.
Kenapa Anak Kucing Mengalami Hipoglikemia?
Dalam laman Kitten Coalition dijelaskan bahwa anak kucing di bawah usia 3 bulan rentan mengalami hipoglikemia karena belum memiliki kemampuan untuk mengatur kadar glukosa dalam darahnya.
Biasanya, kadar glukosanya akan menurun jika anak kucing menghadapi lingkungan dingin, mengalami gizi buruk, atau terserang parasit usus.
Selama penyapihan, anak kucing juga lebih rentan mengalami hipoglikemia karena mereka sering bermain sampai lupa makan. Agar proses penyapihan berjalan lancar dan aman, simak tips dalam artikel ini.
Penyebab Kucing Mengalami Hipoglikemia
Pada kucing dewasa, penyebab hipoglikemia lebih beragam lagi. Dirangkum dari laman PetMD, berikut beberapa di antaranya:
Infeksi atau penyakit
Nafsu makan menurun atau muntah
Penyakit hormonal bersamaan
Penyakit hati
Penyakit ginjal
Overdosis insulin selama proses pengobatan diabetes.
Gejala Hipoglikemia pada Kucing
Berikut beberapa tanda kucing mengalami hipoglikemia yang harus dikenali setiap adopter:
Lemah
Lesu
Kehilangan selera makan
Muntah
Buta
Koordinasi tubuh buruk atau sering tersandung
Kecemasan atau stres
Kejang
Tidak sadar
Pengobatan Hipoglikemia pada Kucing
Ketika melihat kucing menunjukan gejala hipoglikemia, segera berikan mereka glukosa seperti sirup jagung atau madu. Setelah itu, bawa ke klinik untuk didiagnosis dan diberi pengobatan.
Dokter hewan akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Jika kucing masih belum membaik setelah diberi glukosa alami, biasanya akan disuntikkan dekstrosa intravena untuk meningkatkan kadar gula darahnya dengan cepat.
Baca Juga: Cara Menyelamatkan Anak Kucing yang Sekarat, Adopter Wajib Tahu!
Kesimpulan
Sirup jagung bisa meningkatkan kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) pada anak kucing.
Hipoglikemia pada kucing yang tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian.
Anak kucing di bawah usia 3 bulan rentan mengalami hipoglikemia karena belum memiliki kemampuan untuk mengatur kadar glukosa dalam darahnya.
Anak kucing dalam masa penyapihan lebih rentan mengalami hipoglikemia karena sering bermain sampai lupa makan.
Overdosis insulin selama proses pengobatan pada kucing diabetes dalam menyebabkan hipoglikemia.
Salah satu tanda kucing mengalami hipoglikemia adalah memiliki koordinasi tubuh yang buruk atau sering tersandung.
