Cara Menyelamatkan Anak Kucing yang Sekarat, Adopter Wajib Tahu!

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem kekebalan anak kucing yang baru lahir masih sangat lemah, sehingga mudah terserang penyakit mematikan. Untuk mencegah kematian dini, cobalah lakukan cara menyelamatkan anak kucing yang sekarat yang dikutip dari Catster berikut ini.
Kenali gejalanya: Semakin cepat Anda mengenali gejala penyakit pada anak kucing, semakin besar pula kesempatan hidup mereka, karena bisa segera ditangani.
Berikan kehangatan: Bungkus seluruh tubuh anak kucing yang sakit dengan selimut atau handuk hangat. Biarkan bagian wajahnya tetap terbuka agar dapat bernapas dengan mudah.
Tingkatkan kadar gula darahnya: Ada kemungkinan anak kucing sekarat karena kadar gula darahnya rendah. Jadi, oleskan sedikit sirup jagung di gusinya setiap 3 menit sambil tetap dihangatkan.
Segera ke dokter hewan: Begitu kucing terlihat lemah dan tidak responsif, segera cari pertolongan dokter hewan. Bantuan medis akan memperbesar peluang hidupnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kenapa Anak Kucing Sekarat?
Dalam banyak kasus, penyebab anak kucing sekarat adalah fading kitten syndrome. Dikutip dari laman PetMD, sindrom tersebut merujuk pada kegagalan anak kucing untuk berkembang di usia 4-5 minggu.
Pada usia tersebut, anak kucing memang sangat rentan terserang penyakit. Jadi, adopter harus memberikan perawatan ekstra, apalagi untuk anak kucing tanpa induknya. Cari tahu lebih lanjut tentang cara merawat anak kucing tanpa induk dalam artikel ini.
Penyebab Fading Kitten Syndrome
Sindrom gagal berkembang pada anak kucing dapat disebabkan oleh beberapa hal, yakni:
Masalah saat melahirkan
Kekurangan antibodi maternal (sel yang membantu melindungi sistem kekebalan tubuh anak kucing yang belum matang)
Infeksi bakteri, virus, atau parasit
Malformasi yang terjadi sejak lahir, seperti cacat jantung, cacat gastrointestinal, cacat otak, cacat paru-paru, dan lain-lain.
Berat badan lahir rendah
Kelalaian induk dalam merawat anaknya
Malnutrisi
Faktor lingkungan, seperti suhu lingkungan yang tidak sesuai, dan lain-lain.
Gejala Anak Kucing Sekarat
Anak kucing yang sekarat karena fading kitten syndrome biasanya menunjukkan gejala berikut ini:
Tidak bisa membalikkan badan pada hari ketiga setelah lahir
Tidak bisa berdiri sendiri pada usia 2 minggu
Suara merengek atau menangis yang konstan, bahkan setelah makan
Nafsu makan kurang
Tidak bisa menyusu dengan baik
Berat badan tidak bertambah
Sulit bernapas
Muntah dan diare
Gusi pucat atau biru
Baca Juga: Penyebab Anak Kucing Lemas dan Cara Mengatasinya
Penyebab Lain Kematian Dini pada Anak Kucing
Selain fading kitten syndrome, berikut beberapa penyakit yang menyebabkan kematian dini pada anak kucing, seperti dikutip dari laman International Cat Care:
Suhu tubuh rendah (hipotermia): Anak kucing yang baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya, sehingga rentan mengalami hipotermia. Untuk mencegahnya, Anda bisa menyimak caranya dalam artikel ini.
Gula darah rendah (hipoglikemia): Anak kucing yang sakit, stres, atau asupan susunya tidak memadai dapat mengalami hipoglikemia. Penyakit ini membuat mereka lemah, hipotermia, kesulitan bernapas, hingga akhirnya kejang dan meninggal.
Dehidrasi: Tanpa asupan susu yang cukup, anak kucing akan mengalami dehidrasi yang membuat mereka sekarat.
Kesimpulan
Anak kucing yang sekarat harus segera dihangatkan dan dibawa ke dokter hewan.
Kebanyakan anak kucing yang sekarat disebabkan oleh fading kitten syndrome, yakni kegagalan berkembang pada usia 4-5 minggu.
Sindrom gagal berkembang pada anak kucing dapat disebabkan oleh kekurangan antibodi maternal, infeksi bakteri atau virus, dan masalah lainnya.
Salah satu tanda anak kucing gagal berkembang adalah tidak bisa membalikkan badan pada hari ketiga setelah lahir.
Penyebab lain kematian dini pada anak kucing adalah hipotermia, gula darah rendah, dan dehidrasi.
