Cara Menghangatkan Anak Kucing Tanpa Induk untuk Antisipasi Hipotermia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika anak kucing yang baru lahir tidak hidup bersama induknya, adopter harus memberikan kehangatan untuk mereka agar tetap sehat. Berikut cara menghangatkan anak kucing tanpa induk dikutip dari laman Animal Medical Center Murfreesboro:
Beli matras penghangat khusus hewan peliharaan (pet heating).
Letakkan matras di dalam kandang kucing, lalu lapisi dengan selimut.
Pastikan suhu matras dan kandang kucing di angka 29°C.
Gunakan matras penghangat hingga kucing berusia kurang lebih 6 minggu.
Apabila anak kucing masih didampingi oleh induknya, cobalah beri perawatan sesuai pedoman dalam artikel ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Berapa Suhu Tubuh Anak Kucing yang Ideal?
Mengutip laman Stray Cat Alliance, suhu tubuh anak kucing harus berada di kisaran 37-39°C. Anda dapat mengetahui apakah anak kucing kedinginan dengan memegang telapak kaki atau telinganya. Jika terasa dingin, itu artinya suhu tubuh mereka menurun.
Kenapa Anak Kucing Harus Hangat?
Anak kucing harus selalu hangat agar tidak mengalami hipotermia. Dikutip dari Kitten Coalition, hipotermia merupakan penyebab utama kematian anak kucing yang baru lahir.
Ketika anak kucing lahir, suhu tubuhnya cenderung rendah. Karena belum mampu mengatur suhu tubuh sendiri, mereka membutuhkan sumber panas eksternal, seperti tubuh induknya atau pet heating.
Kucing biasanya mulai dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri saat berusia 4 minggu ke atas. Untuk tahu tahapan perkembangan anak kucing selengkapnya, baca di sini!
Sumber Panas yang Aman untuk Anak Kucing
Berikut beberapa sumber panas eksternal selain pet heating yang bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh anak kucing:
Botol berisi air hangat.
Kantong kain berisi beras yang dipanaskan.
Kaus kaki yang diisi kacang hangat, lalu dipanaskan dalam microwave.
Perlu diingat, semua sumber panas harus ditutup dengan kain atau selimut agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit kucing. Selain itu, segera ganti sumber panas apabila suhunya mulai menurun.
Bagaimana Tanda-tanda Anak Kucing Hipotermia?
Hipotermia pada anak kucing bisa ditandai dengan melihat gejala berikut ini:
Lesu
Kulit dingin
Gusi pucat
Lemah
Otot kaku
Sulit bernapas
Denyut jantung rendah
Pupil mata melebar
Penurunan kesadaran
Apa yang Harus Dilakukan Saat Kucing Kedinginan?
Anak kucing yang kedinginan dan kurang responsif harus dihangatkan sesegera mungkin, tetapi lakukan dengan hati-hati. Setelah meletakkan kucing ke pet heating atau sumber panas lainnya, bolak-balik tubuhnya setiap 5 menit.
Untuk merangsang aliran darah, Anda dapat memijat anak kucing dengan lembut menggunakan tangan. Apabila anak kucing tidak sadarkan diri, segera bawa ke dokter hewan sambil tetap dihangatkan.
Baca Juga: Penyebab Anak Kucing Mati yang Harus Diketahui Pecinta Anabul
Kesimpulan
Kucing yang baru lahir belum memiliki kemampuan mengatur suhu tubuhnya sendiri.
Induk kucing akan menggunakan tubuhnya untuk menghangatkan anaknya.
Jika tidak memiliki induk, anak kucing harus dihangatkan menggunakan pet heating, botol berisi air hangat, kantong beras hangat, atau kaus kaki berisi kacang hangat.
Sumber panas eksternal untuk anak kucing harus selalu dilapisi dengan kain atau selimut.
Suhu tubuh anak kucing yang ideal ada di kisaran 37-39°C.
Kulit dingin, gusi pucat, dan sulit bernapas merupakan tanda-tanda kucing hipotermia.
Hipotermia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak kucing yang baru lahir.
Kucing baru bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri setelah berusia 4 minggu ke atas.
Apabila anak kucing hipotermia, segera bawa ke dokter hewan sambil tubuhnya dihangatkan.
